Bom Pasuruan: Jaksa Agung Kritisi Program Deradikalisasi BNPT

Oleh: Sholahuddin Al Ayyubi 06 Juli 2018 | 18:47 WIB
Bom Pasuruan: Jaksa Agung Kritisi Program Deradikalisasi BNPT
Petugas kepolisian berjaga di area ledakan bom di Pogar, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7/2018)./ANTARA-Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA -- Kejaksaan Agung mengkritisi program deradikalisasi yang dijalankan oleh Badan Nasional Penanggulangan Teroris, BNPT.

Pandangan kritis itu disampaikan mengingat  masih ada narapidana teroris bernama Abdullah alias Awardi yang telah mengikuti program itu tetapi ternyata berada di balik ledakan bom di Pasuruan, Jawa Timur.

Jaksa Agung HM Prasetyo menilai program deradikalisasi tidak berhasil mensterilisasi ideologi radikal mantan narapidana teroris. Dia menyarankan agar BNPT mengevaluasi program itu dan mengubah konsep sterilisasi ideologi radikal yang dianut para narapidana teroris di seluruh Indonesia.

"Jadi tidak bisa langsung kita percaya untuk menjadi normal lagi 100% setelah mengikuti program itu. Kan tidak mungkin itu, karena sudah mendarah daging [ideologi radikal] itu," tuturnya, Jumat (6/7/2018).

Prasetyo juga mengimbau agar masyarakat tidak memarjinalkan dan mencurigai narapidana teroris agar para ex-napi teroris tidak kembali ke jalan yang salah. Dia menyarankan masyarakat merangkul lagi seluruh mantan narapidana teroris.

"Mereka tetap bagian dari bangsa kita yang harus kita rangkul agar lebih paham dan merasa memiliki NKRI," kata Prasetyo.

Berdasar keterangan Polda Jatim, sebuah bom meledak di Pasuruan saat sedang dirakit.

"Yang terjadi bahwa bom itu adalah human error yang meledak sendiri saat dirakit dan melukai anaknya saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, di Surabaya, Jumat (6/7/2018).

Frans menjelaskan, dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh Tim Laboratorium Forensik Polda Jatim, bom tersebut bersifat low explosive.Bom itu berjenis bom ikan atau orang Jatim biasa menyebutnya bondet," ujarnya lagi.

Pihak kepolisian sudah mengidentifikasi terduga pemilik bom itu meskipun yang bersangkutan memakai tiga identitas yang berbeda.

 

Sedangkan menurut pihak Mabes Polri, satu orang anak kandung pelaku menjadi korban ledakan yang dilakukan sang ayah bernama Abdullah alias Awardi. Istri pelaku diamankan Densus 88 untuk dimintai keterangan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Muhammad Iqbal mengatakan Tim Densus 88 Antiteror tengah mengejar pelaku bernama Abdullah alias Awardi yang melarikan diri setelah terjadi 3 kali ledakan di Bangil,Pasuruan, Jawa Timur.

"Satu orang anak terluka atas insiden itu. Saat ini, seorang wanita yang diduga isteri dari terduga pemilik bahan peledak sudah diamankan untuk kepentingan penyelidikan," tutur Iqbal, Kamis (5/7/2018).

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya