Bahrun Naim Tewas: Fakta atau Strategi untuk Hindari Aparat?

Oleh: Sholahuddin Al Ayyubi 06 Juli 2018 | 17:53 WIB
Bahrun Naim/Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA--Kabar tewasnya Bahrun Naim kembali berembus. Kali ini ia dikabarkan tewas akibat serangan drone Amerika Serikat.

Namun, pihak Mabes Polri mengaku tidak akan percaya 100% informasi tewasnya Katibah Nusantara ISIS itu. Apalagi kabar tewasnya Bahrun Naim bukan kali ini saja. Sudah berkali-kali  berembus kabar seperti itu, tetapi hingga kini jenazah Bahrun Naim tidak pernah ditemukan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Muhammad Iqbal memastikan Kepolisian tetap akan memburu Bahrun Naim yang kini menjadi Pimpinan ISIS di Indonesia.

Dia menjelaskan informasi tewasnya pimpinan teroris itu biasanya digunakan sebagai salah satu strategi agar bisa terhindar dari kejaran petugas.

"Kabar ini kan bisa saja untuk strategi dia mengindar dari petugas. Kami akan mengecek lagi informasi ini," tuturnya, Jumat (6/7/2018).

Iqbal mengaku selama dirinya menjadi Karopenmas di Mabes Polri sudah beberapa kali menerima informasi soal tewas Bahrun Naim.

"Saya sudah 7 kali mendengar kabar ini selama jadi Karo Penmas di Mabes Polri, makanya saya akan cek dulu tidak mau langsung percaya," katanya.

Seperti diketahui, Bahrun Naim terpilih sebagai Khatibah Nusantara oleh ISIS Internasional. Ia memiliki keahlian di bidang IT. Bahrun pernah dikabarkan tewas pada 2017. Penerusnya adalah Bahrumsyah yang memiliki keahlian di bidang diplomasi. Bahrumsyah dikabarkan tewas pada April 2018 di dekat Deir az-Zour, Suriah.

Khatibah Nusantara merupakan sosok atau sel organisasi ISIS yang terpilih untuk menjadi pimpinan di kawasan Asia Tenggara.

Gelagat masuknya ISIS ke Asia Tenggara sudah diprediksi sejak lama. Ada tiga wilayah yang mudah diinfiltrasi kelompok ISIS yaitu Malaysia, Indonesia, dan Filipina Selatan.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer