Kapolri: Ledakan di Pasuruan Bukan Teror, Bom Meledak Sendiri

Oleh: Amanda Kusumawardhani 06 Juli 2018 | 19:41 WIB
Petugas kepolisian berjaga di area ledakan di Pogar, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7/2018)./ANTARA-Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA--Kapolri Jenderal Tito Karnavian meluruskan pemberitaan mengenai ledakan yang terjadi pada sebuah rumah kontrakan di Jalan Sungkono RT 01/RW 01 Pogar Bangil, Pasuran, Jawa Timur, Kamis (5/7) kemarin.

Menurut Kapolri, hasil dari penyelidikan itu adalah ledakan kecil, bukan ledakan besar. “Jangan disamakan dengan kasus Surabaya. Berdasarkan hasil forensik itu adalah low explosive seperti bahan mercon yang biasa digunakan untuk bom ikan tapi kadang-kadang digunakan untuk aksi teror,” katanya, dikutip dari pernyataan resmi, Jumat (6/7/2018).

Peristiwa itu, tegasnya, bukan peristiwa serangan bom, bukan serangan teror. Ia menjelaskan, bom ini semula direncanakan untuk menyerang Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada saat Pilkada.

Tapi karena Kepolisian melakukan operasi besar dan menangkap sebanyak 138 orang pascabom Surabaya, pelaku menjadi ragu-ragu dan tidak jadi melakukan serangan.

Dia menambahkan meledaknya bom ini diduga karena sedang dimainkan oleh anaknya yang masih kecil, dan sekarang dirawat di rumah sakit. Ibu sang anak berhasil diamankan, sedangkan bapaknya melarikan diri.

“Jadi peristiwa ini bom meledak sendiri, bukan serangan teror. Bedakan. Kalau serangan teror itu bom dibawa menuju target, sementara yang ini bom ada di rumah, dibuat mainan anaknya kemudian meledak,” terang Kapolri.

Kapolri mengimbau masyarakat tetap tenang. “Kita sudah tahu pelakunya bernama Abdullah. Satu orang temannya sudah ditangkap, saya tidak mau sebutkan namanya karena masih dalam pengembangan,” tekannya.


-->

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya