Ledakan Bom Pasuruan Sinyal Perlunya Optimalisasi Peran Masyarakat dan FKPT

Oleh: Reni Lestari 06 Juli 2018 | 21:09 WIB
Ledakan Bom Pasuruan Sinyal Perlunya Optimalisasi Peran Masyarakat dan FKPT
Petugas kepolisian berjaga di area ledakan bom di Pogar, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7/2018)./ANTARA-Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA - Ledakan bom di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/7/20180 siang menimbulkan catatan soal pentingnya kewaspadaan masyarakat.

Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, kasus bom Bangil menunjukkan bahwa ancaman teror selalu mengintai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara kita.

Oleh karena itu, menurut Hendardi, aparat keamanan dan seluruh elemen warga harus selalu meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi dan mengidentifikasi setiap potensi teror.

"Ledakan bom teroris di kontrakan tersebut juga mengindikasikan bahwa jaringan dan sel-sel teroris belakangan ini memelihara eksistensi diri mereka melalui kamuflase dengan cara tinggal sedekat mungkin dengan masyarakat," kata Hendardi melalui keterangan tertulis, Jumat (6/7/2018).

Dalam situasi demikian, lanjutnya, peningkatan partisipasi masyarakat dalam upaya deteksi dini terorisme menjadi sebuah keniscayaan.

"Kelompok-kelompok masyarakat hingga di unit terkecil di tingkat rukun tetangga, bahkan dasawisma, harus memiliki ketahanan sosial untuk melawan infiltrasi ideologi teror dan mempunyai sensitivitas sosial untuk mengidentifikasi serta melakukan pencegahan awal terhadap eksistensi terorisme, pelaku, dan jaringannya," ujar Hendardi.

Di samping itu, Hendardi menilai Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) harus mengoptimalkan kerja-kerja fungsional Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang dibentuk oleh BNPT di tingkat provinsi.

Fungsi-fungsi komunikasi lintas sektoral FKPT harus ditingkatkan untuk mengenali sejak dini indikasi terorisme dan jaringan teror.

"Dalam kerangka itu, Setara Institute merekomendasikan agar lembaga ketahanan masyarakat desa (LKMD) di unit-unit kemasyarakatan terkecil, seperti desa/kelurahan bahkan RT/RW, direvitalisasi dengan meningkatkan partisipasi dan kapasitas deteksi dini terorisme," jelasnya.

Di samping itu, lanjut Hendardi, pemerintah juga hendaknya memperluas kerja-kerja pencegahan terorisme yang mengakomodasi partisipasi masyarakat melalui ekstensifikasi pelembagaan FKPT hingga tingkat kabupaten/kota dan kecamatan.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya