Antrean Panjang, Pemkot Surabaya Tambah Alat Cetak e-KTP

Oleh: Peni Widarti 05 Juli 2018 | 19:12 WIB
Antrean Panjang, Pemkot Surabaya Tambah Alat Cetak e-KTP
Warga mengikuti perekaman data untuk pembuatan e-KTP./JIBI-Nicolous Irawan

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya berencana menambah alat cetak dan perekaman e-KTP setidaknya 5 unit mengingat jumlah antrean warga Surabaya yang datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Surabaya terus membludak.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan pihaknya akan terus melakukan upaya guna memaksimalkan pelayanan kepengurusan e-KTP. Beberapa kendala pun segera dilakukan evaluasi guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada warganya.

"Memang kemudian kan tak evaluasi semuanya, yang pertama alat kita terbatas, ini kita ambil beberapa dari kecamatan, sambil nanti kita lakukan pengadaan sendiri untuk finger dan iris mata. Kita juga akan adakan untuk printer," katanya dalam keterangan resminya  Kamis (5/7/2018).

Dia mengatakan selain kekurangan alat, proses validasi data pun juga harus dilakukan untuk mencocokan data dengan pemerintah pusat agar diketahui data warga tersebut tidak dalam kondisi ganda.

“Sehingga kalau dobel (ganda) itu pasti susah untuk mengeluarkan e-KTP. Buktinya kalau yang tidak ada masalah, pasti lancar,” imbuhnya.

Kepala Dispendukcapil Suharto Wardoyo menambahkan, meningkatnya jumlah antrean warga untuk menggurus e-KTP di Dispendukcapil Siola disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya alat pencetak e-KTP, dan semakin bertambahnya warga yang baru berusia 17 tahun.

“Selain itu, adanya data ganda kependudukan juga menjadikan faktor meningkatnya volume antrian,” ujarnya.

Ada pun aktivitas perekaman e-KTP di Dispendukcapil Siola rata-rata perhari mencapai 488 orang. Dari 18 kecamatan yang memiliki alat cetak e-KTP ada beberapa yang rusak.

“Mulai bulan Juli ini kita giatkan perekaman e-KTP semalam, termasuk cetak e-KTP juga kita giatkan, sehingga masyarakat bisa tuntas untuk mendapatkan KTP elektronik,” imbuhnya.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya