Penyaluran Kredit OCBC NISP Jatim Ditarget Tumbuh 20%

Oleh: Peni Widarti 04 Juli 2018 | 18:42 WIB
Penyaluran Kredit OCBC NISP Jatim Ditarget Tumbuh 20%
Nasabah melakukan transaksi melalui anjungan tunai mandiri PT Bank OCBC NISP Tbk di Jakarta./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, SURABAYA - Bank OCBC NISP Regional 9 Jawa Timur, Bali dan Nusra menargetkan penyaluran kredit tahun ini bisa tumbuh sekitar 15% - 20% seiring dengan meningkatnya sektor usaha kecil dan menengah.

Regional Head 9 OCBC NISP Jawa Timur, Bali dan Nusra, Jenny Hartanto mengatakan pertumbuhan penyaluran kredit di wilayah Regional 9 selama kuartal I/2018 menunjukan tren yang positif dengan pertumbuhan 25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Dengan kinerja awal tahun yang lebih baik ini kami yakin sampai akhir tahun juga begitu," katanya di sela-sela Market Outlook OCBC NISP, Rabu (4/7/2018).

Dia mengatakan secara nasional penyaluran kredit pada kuartal I/2018 mencapai Rp110,7 triliun. Sebesar 12% di antaranya merupakan kontribusi dari wilayah Regional 9.

"Selama ini penyaluran kredit kita paling banyak untuk sektor usaha kecil menengah (UKM) sekitar 55% kontribusinya, sisanya lari ke sektor korporasi dan kredit consumer, KPR dan KPA," jelasnya.

Untuk meningkatkan kinerja perbankan, OCBC NISP juga tengah menggali potensi pengelolaan keuangan nasabah terutama nasabah premium melalui layanan digital One Moblie.

Jenny mengatakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengguna layanan One Mobile, OCBC NISP menggelar talkshow bertajuk Market Outlook Sailing on The Wi ds of Change untuk 100 nasabah premier.

"Dalam market outlook ini kami menghadirkan Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya dan Investment Bharat Joshi yang akan memberikan insight perekonomian dan investasi sepanjang 2018," ujarnya.

Saat ini OCBC NISP Regional 9 memiliki 75.000 an nasabah. Sebanyak 3.000 nasabah merupakan nasabah premier yang memiliki dana tabungan mulai Rp500 juta ke atas.

"Kebanyakan nasabah premier sudah menggunakan layanan digital One Mobile. Justru dengan layanan ini, nasabah bisa secara langsung melakukan investasi baik membeli reksadana, deposito, simpanan berjangka dan produk investasi lainnya melalui gadgetnya," imbuh Jenny.

 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya