TOL PRAKARSA YOGYA—CILACAP : Lelang Tunggu Kajian Pemrakarsa

Oleh: Irene Agustine 04 Juli 2018 | 02:00 WIB
TOL PRAKARSA YOGYA—CILACAP : Lelang Tunggu Kajian Pemrakarsa
Ilustrasi: Antrean panjang kendaraan mobil arus balik melintasi jalur tol fungsional Solo-Salatiga di Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/6/2018)./ANTARA-Aloysius Jarot Nugroho

JAKARTA — Badan Pengatur Jalan Tol menyatakan bahwa proses lelang pembangunan jalan tol Solo—Yogyakarta—Cilacap yang diprakarsai calon investor bisa dilakukan pada tahun ini. Syaratnya pengkajian dan pembahasan dari calon pemrakarsa dapat segera diselesaikan.

Rencana pembangunan jalan tol yang belum lama ini telah mendapatkan izin prinsip dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut belum masuk dalam rencana lelang tahun ini.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu perbaikan proposal meliputi lingkup rencana pembangunan oleh calon pemrakarsa, yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk. beserta konsorsiumnya, DDT, dan Gama Group.

“Kami masih tunggu. Badan usaha tengah mempertajam lingkup dan sebagainya, kami masih tunggu hasilnya. Kalau ini [proses kajian] bisa cepat, bisa dilelang tahun ini,” kata Herry, Senin (2/7).

Dia menjelaskan bahwa apabila hasil pengkajian dan pelengkapan dokumen pembangunan tol prakarsa tersebut disetujui Menteri PUPR lewat izin pemrakarsa, tahapan selanjutnya adalah penyampaian penetapan lokasi (penlok) sebelum resmi dilakukan lelang investor.

“Jadi, saat ini masih proses. Minggu ini [pemrakarsa] katanya mau menyampaikan kembali perbaikan proposal. Setelahnya apabila disetujui Pak Menteri, kemudian penlok, lalu dilelang,” katanya.

Herry belum bisa memastikan perkiraan nilai investasi dan total panjang jalan tol tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, proyek tersebut disebut-sebut akan memiliki panjang 237 kilometer dengan biaya investasi Rp45,37 triliun.

Perkiraan nilai investasi tersebut salah satunya didasarkan pada perhitungan rencana pembangunan jalan tol itu sebagian akan dilakukan secara melayang di sebelah jalan nasional dari Solo ke Yogyakarta.

Ketika dimintai konfirmasinya, Direktur Operasi I PT Adhi Karya Tbk. (ADHI) Budi Saddewa Soediro enggan memerinci bentuk perubahan proposal usulan prakarsa yang tengah diajukan kembali ke Kementerian PUPR.

Dia hanya menegaskan bahwa sampai dengan saat ini ADHI masih dalam tahap pengkajian secara mendalam terhadap rencana pembangunan jalan tol tersebut.

“Kami sedang bahas, belum ada keputusan,” katanya kepada Bisnis, Selasa (3/7).

Pada awal tahun lalu, BPJT menyatakan bahwa sebanyak delapan jalan tol masuk dalam rencana bdan tersebut untuk dilakukan lelang pada tahun ini, di antaranya jalan tol Serang—Panimbang bagian pemerintah, Semarang—Demak, jalan tol lingkar timur Surabaya, Semanan—Balaraja, Kamal—Teluknaga—Rajeg, Yogyakarta—Bawen, Gedebage—Tasikmalaya—Cilacap (Bandung—Cilacap) serta satu lelang pemeliharaan dan operator pada jembatan tol Suramadu.

Adanya perubahan mekanisme pendanaan proyek Serang—Panimbang bagian pemerintah sepanjang 33 km dari skema availability payment menjadi pinjaman membuat proses lelang belum juga dimulai untuk tol tersebut sampai saat ini.

Sementara itu, adanya rencana penugasan kepada PT Hutama Karya (Persero) Tbk. untuk mengelola Jembatan Tol Suramadu berpotensi menghilangkan ruas tersebut dalam daftar lelang tahun ini.

Herry mengemukakan bahwa BPJT akan melelang sedikitnya enam ruas tol, yang paling dekat adalah tol Semarang—Demak yang disebut-sebut memiliki nilai investasi Rp21 triliun dengan panjang 25,25 km. (Irene Agustine)

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya