INFRASTRUKTUR DAERAH : 8 Bendungan Bakal Rampung Akhir Tahun

Oleh: k36 04 Juli 2018 | 02:00 WIB
INFRASTRUKTUR DAERAH : 8 Bendungan Bakal Rampung Akhir Tahun
Bendungan Rukoh di Aceh

MAKASSAR — Pemerintah kembali menegaskan untuk mengejar target merampungkan proyek delapan bendungan hingga akhir 2018. Sejumlah proyek pembangunan bendungan lainnya juga tengah berlangsung di sejumlah daerah.

Presiden Joko Widodo mengatakan saat ini ada 49 bendungan yang dibangun untuk menyiapkan air yang akan mengairi irigasi pertanian di sejumlah daerah di Indonesia.

“Tahun ini akan selesai delapan bendungan yang telah kita kerjakan 3—4 tahun lalu,” ujar Jokowi saat meninjau proyek pembangunan Bendungan Passeloreng di Kabupaten Sidrap, Sulsel, Selasa (3/6).

Adapun delapan bendungan yang ditargetkan rampung tahun ini yaitu Bendungan Rotiklot di Nusa Tenggara Timur, Tanju-Mila dan Bintang Bano di Nusa Tenggara Barat, Gondang dan Logung di Jawa Tengah, Sei Gong di Batam, dan Sindang Heula di Banten.

Bendungan Passeloreng yang ditinjau Jokowi sendiri akan rampung pada Februari 2019. Perampungannya ditargetkan selesai lebih cepat empat bulan dari jadwal kontrak pada Juli 2019 menjadi Akhir Februari 2019.

“Pembangunan bendungan ini tentunya untuk mendukung program swasembada pangan. Penambahan produksi beras nasional, meningkatkan pendapatan dan standar hidup petani dan menyediakan sistem irigasi sepanjang tahun,” jelas Jokowi.

Bendungan Passeloreng merupakan salah satu dari proyek strategis nasional (PSN) yang diprogramkan pemerintahan Jokowi-JK di Sulsel, dua lainnya Karalloe di Kabupaten Gowa dan di Kabupaten Pamukkulu Takalar.

Bendungan Passeloreng termasuk bendungan yang sangat besar karena membutuhkan lahan seluas 1.849 hektare dengan luas lahan yang saat ini susah dibebaskan yaitu sekitar 681 hektare atau sekitar 36,87%.

Dia mengatakan pihaknya berharap agar sumber daya air di bendungan ini bisa dijadikan air baku bagi masyarakat sekitar dan untuk pembangkit listrik.

“Progres pembangunan Bendungan Passeloreng ini sudah mencapai 73,29%,” tambah Jokowi.

Pembangunan tiga bendungan ini akan meningkatkan tampungan air sebesar 261,23 juta meter kubik, salah satunya untuk meningkatkan suplai air irigasi di Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai salah satu sentra pangan nasional.

Adapun nilai kontrak pembangunannya mencapai Rp701 miliar dan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dan PT Bumi Karsa, sedangkan jika termasuk konsultan sebesar Rp736 miliar.

Dirjen Sumber Daya Air, Imam Santoso menambahkan Bendungan Passeloreng berdaya tampung maksimal 138 juta meter kubik atau 9 kali lebih besar dari Bendungan Raknamo dengan kapasitas 14 juta meter kubik yang diresmikan Presiden Joko Widodo awal pada 2018 lalu.

“Bendungan ini juga ditargetkan bisa mengairi irigasi seluas 7.000 hektare, serta air baku 305 liter per detik, selain sebagai konservasi sumber daya air, juga untuk mengurangi banjir di Wajo dan sebagai pengendalian banjir Sungai Gilireng [1.002 m3/detik],” jelas Imam.

Sementara itu, terkait dengan pembebasan lahan yang baru mencapai 36,87% , Imam menjelaskan bahwa pada saat ini sisanya masih dalam proses penyelesaian pembayaran bertahap untuk area genangan. Pembayarannya dipastikan akan selesai pada Oktober 2018 mendatang.^

Editor: Roni Yunianto

Berita Terkini Lainnya