KONVERSI GERAI, Pegadaian Bidik Kontribusi Unit Syariah 20%

Oleh: Peni Widarti 03 Juli 2018 | 06:46 WIB

Bisnis.com, BANGKALAN – PT Pegadaian (Perseroan) tahun ini menargetkan kontribusi unit syariah bisa bertahap mencapai 20% seiring dengan upaya melakukan konversi 87 outlet konvensional menjadi outlet Pegadaian Syariah di Madura.

Direktur Utama Pegadaian Sunarso mengatakan saat ini kontribusi syariah masih sekitar di atas 10% secara nasional. Dilihat dari aset Pegadaian sekitar Rp51,4 triliun, sebesar Rp6,3 triliun di antaranya merupakan syariah. Sedangkan nilai pinjaman secara keseluruhan Rp39,7 triliun, sedangkan pinjaman syariah Rp5,6 triliun.

"Alhamdulilah NPL kita baik 1%. Dari kualitas aset yang sangat sehat itu laba rugi kita tahun lalu Rp2,5 triliun, " kataya seusai peresmian 87 outlet Pegadaian Syariah di Bangkalan Madura, Senin (2/7/2018).

Dia mengatakan tahun ini Pegadaian mentargetkan perolehan laba rugi sebesar Rp2,7 triliun atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp2,5 triliun.

"Sampai dengan Mei 2018 perolehan laba perseroan sudah mencapai Rp1,1 triliun, di mana sekitar Rp117 miliar di antaranya merupakan kontribusi syariah," katanya.

Dia mengatakan ada 3 strategi yang akan dilakukan Pegadaian untuk meningkatkan unit syariah yakni membuat masyarakat tahu tentang transaksi syariah melalui berbagai sosialisasi, menyiapkan akses dan kemudahan transaksi syariah, dan harus memiliki inovasi benefit yang lebih dibandingkan konvensional.

Adapun Pegadaian sendiri saat ini memiliki outelt secara nasional sebanyak 4.322 outlet. Sebanyak 611 outlet di antaranya merupakan outlet syariah. Dengan dikonversikannya seluruh outlet di Madura maka jumlah outlet syariah milik Pegadaian saat ini berjumlah 689 outlet.

"Setelah ini kalau memang ternyata di wilayah-wilayah tertentu butuh layanan syariah yang bersifat inklusif, tentu kita akan buka. Apakah itu membuka outlet syariah yang baru atau melakukan konversi, itu harus kita kaji," imbuh Sunarso.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan pangsa pasar syariah di Indonesia memang masih sangat kecil sekitar 5%-8%. Padahal potensi syariah di Indonesia sangat besar, terutama di Madura.

"Nah ini (konversi Pegadaian konvensional ke syariah) menjadi gebrakan baru. Mari kita manfaatkan layanan yang diberikan Pegadaian ini," katanya.

Ma'ruf menambahkan MUI akan mendorong industri keuangan lainnya seperti perbankan dan asuransi di Madura untuk menuju layanan berbasis syariah seperti yang telah dilakukan Pegadaian.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya