Toffin Indonesia Makin Ekspansif di Bisnis Kopi

Oleh: M. Richard 03 Juli 2018 | 20:25 WIB
Petani memeriksa tanaman kopi./Antara-Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA — Peluang bisnis di bidang perkopian semakin dilirik oleh pengusaha, terutama yang mengusung konsep pengembangan industri dari hulu ke hilir.

Chief Executive Officer (CEO) PT Toffin Indonesia Tonny Arifin mengatakan, bisnis kopi di Indonesia—khususnya kafe—berkembang sangat pesat 3 tahun belakangan.

 "Sebenarnya masih baru, tapi kami tetap optimistis bisnis ini bisa berkembang," katanya dalam kunjungan PT Toffin Indonesia ke Bisnis Indonesia, di Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Dia memaparkan, saat ini jumlah kedai kopi di Jakarta ada sekitar 1.500 toko, dan diprediksi terus bertambah. "Meskipun sebenarnya banyak yang muncul dan banyak juga yang tutup," tuturnya.

Tonny menjelaskan, kunci utama dalam pengembangan kedai kopi sangat bergantung pada model bisnis yang dibuat. Dia mengeluhkan, banyak pelaku bisnis yang hanya mengandalkan satu sisi, dan mengenampingkan sisi lain.

Contohnya, pelaku bisnis hanya mengandalkan kulaitas kopi, makanan, tempat nyaman, atau tempat strategis, tanpa mencoba untuk memadukan keseluruhan komponen tersebut. Sehingga, kesalahan strategi tersebut tak sedikit membuat pelaku bisnis kedai kopi tidak mampu bertahan.

Meski demikian, Tonny menjelaskan, konsumen kopi Indonesia masih belum sepenuhnya teredukasi mengenai kopi. Sehingga, banyak kopi yang berkualitas masih belum dapat melakukan penetrasi dengan baik di pasar dalam negeri. 

Sebagai informasi, PT Tofin Indonesia telah berdiri sejak 2007. Toffin yang masih terfokus dengan format busniness to business (BtoB) tersebut menjual machiato powder, gourmet flavour syrup, biji kopi, coffe grinder, mesin espresso, blender, dan barista kit lainnya. Adapun, harga jual dari mesin-mesin kopi tersebut berkisaran Rp50 juta hingga Rp250 juta per unit, sedangkan Toffin dapat menjual hingga 2.500 unit per tahun.

Editor: Wike Dita Herlinda

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer