Gara-Gara Administrasi Kependudukan, Ribuan Penghuni Lapas Kehilangan Suara

Oleh: Newswire 27 Juni 2018 | 13:37 WIB
Ilustrasi/JIBI Photo

Bisnis.com, MALANG - Administrasi kependudukan menjadi masalah yang mewarnai penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018.

Sedikitnya 1.500 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, Jawa Timur kehilangan hak suaranya dalam pelaksanaan Pilkada Jatim dan Pilkada Kota Malang. Mereka kekurangan persyaratan administrasi kependudukan.

Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Malang, Syukron ditemui saat memantau Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Lapas Malang, Rabu (27/6/2018) mengatakan total warga binaan Lapas Klas I Malang mencapai 2.681 orang, namun yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 449 orang.

Sementara, kata dia, hasil perekaman yang dilakukan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Malang Raya yang datang ke Lapas beberapa waktu mencapai 227 orang untuk Kota Malang, 79 orang dari Kota Batu, 237 orang Kabupaten Malang.

Kemudian, warga binaan yang mendapat formulir A5 atau surat keterangan sebanyak 107 orang, sehingga jika ditotal hanya mencapai 1.099 orang, dari total warga binaan yang ada.

"Jadi sisanya sekitar 1.500 warga binaan di sini tidak ikut pencoblosan hari ini, padahal mereka sebagian besar adalah warga Malang Raya, atau terdiri dari Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu," katanya.

Syukron mengaku, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong warga binaan menggunakan hak suaranya dalam pelaksanaan Pilkada kali ini, namun sebagian besar terkendala administrasi.

"Mereka sebenarnya sangat antusias mengikuti pesta demokrasi hari ini, terbukti beberapa keluarga warga binaan mengantarkan surat undangan pencoblosan. Namun apalah daya berbagai upaya menyulitkan mereka dalam hal administrasi, seperti KTP mereka masih di bawah penyidik, dan berbagai alasan lain," katanya.

Bahkan, kata Syukron, Lapas Kelas I Malang telah menyiapkan sebanyak 4 TPS di lingkungannya, yang terdiri dari TPS 43,44,45 dan 46, dengan estimasi setiap TPS bisa memfasilitasi 400 pemilih, sehingga setiap warga binaan bisa merasa nyaman dalam menjalankan pesta demokrasi ini.

Salah satu warga binaan Anton mengaku mengapresiasi upaya Lapas Kelas I Malang dalam memfasilitasi warganya untuk ikut Pilkada, salah satunya dengan meminta keluarga warga binaan yang berada di rumah untuk menyerahkan keterangan administrasi.

"Saya rasa upaya Lapas Kelas I Malang sudah bagus dalam mendukung pelaksanaan Pilkada ini, meski pada kenyataannya masih banyak warga binaan yang belum bisa mendapatkan hak suara," katanya.

Sementara itu pelaksanaan Pilkada di Lapas Klas I Malang berjalan tertib dengan penjagaan petugas lapas, dan beragam atribut mewarnai setiap TPS-nya, seperti TPS 43 yang seluruh petugasnya menggunakan atribut Arema, atau tim sepak bola kebanggaan warga Malang Raya, kemudian di TPS 46 dengan nuansa budaya Bali serta TPS 45 dengan warna dan atribut adat istiadat Jawa.

Sumber : Antara

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya