Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Harapan Anggota Bursa bagi Direksi Bursa Efek Indonesia yang Baru

Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia yang juga merupakan anggota bursa pemegang saham Bursa Efek Indonesia berharap jajaran direksi Bursa Efek Indonesia yang baru dapat lebih intensif bekerja sama dengan anggota bursa agar programnya menjadi lebih efektif.
Bursa Efek Indonesia/ANTARA-Sigid Kurniawan
Bursa Efek Indonesia/ANTARA-Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA—Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia yang juga merupakan anggota bursa pemegang saham Bursa Efek Indonesia berharap jajaran direksi Bursa Efek Indonesia yang baru dapat lebih intensif bekerja sama dengan anggota bursa agar programnya menjadi lebih efektif.

OJK pada Jumat (22/6/2018) telah mengumumkan paket terpilih sebagai jajaran direksi baru Bursa Efek Indonesia, yakni paket yang dikepalai Inarno Djayadi sebagai direktur utama. Inarno sebelumnya menjabat sebagai komisaris BEI.

Rudy Utomo, Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), mengatakan bahwa sasaran penting pasar modal Indonesia hingga saat ini adalah peningkatan jumlah investor dan jumlah transaksi harian. Hal tersebut melibatkan peran anggota bursa yang merupakan ujung tombak pasar modal.

“Kita pasti sangat berharap direksi yang baru ini dapat meningkatkan likuiditas dan jumlah investor sehingga pasar modal kita lebih semarak,” katanya, Minggu (24/6/2016).

Rudy mengatakan, dalam dua tahun terakhir jumlah investor, khususnya investor ritel, memang sudah meningkat signifikan. Namun, bila dibandingkan dengan total jumlah penduduk Indonesia, jumlah investor di pasar modal Indonesia masih sangat terbatas.

Berdasarka catatan Bisnis, per 22 Mei 2018 lalu, jumlah investor ritel saham berdasarkan nomor identitas atau single investor identification (SID) sudah mencapai 701.151 investor. Jumlah ini meningkat 11,56% dibandingkan jumlah SID akhir tahun 2017 sebanyak 628.491.

Jumlah ini bahkan belum mencapai 0,5% dari total penduduk Indonesia yang mencapai 265 juta penduduk.

Rudy mengatakan, tantangan self regulatory organization (SRO) di pasar modal, yakni Bursa Efek Indonesia (BE) , Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) adalah untuk meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal di kalangan masyarakat luas.

Untuk mencapai sasaran itu, SRO memang harus bekerja sama dengan anggota bursa, sebab anggota bursa merupakan pihak yang secara langsung mencari investor baru. Dirinya berharap, BEI lebih aktif menggandeng anggota bursa sebagai mitra dan dilibatkan secara aktif dalam meningkatkan jumlah investor.

Dirinya juga berharap direksi bursa yang baru dapat lebih menjaga dan meningkatkan fairness atau kewajaran di pasar modal sehingga terhindar dari kecurangan-kecurangan maupun hal-hal yang merugikan investor, terutama para investor baru.

“Kami menyambut baik dan mengucapkan selamat atas terpilihnya direksi yang baru. Kita dari APEI siap untuk bekerjasama dan berjuang bersama untuk meningkatkan pasar modal kita, baik dari sisi jumlah transaksi maupun jumlah investor, dan juga bagaimana fairness di pasar modal kita terjaga sehingga tidak merugikan investor,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper