ARUS BALIK : Konsumsi Pertamax Naik 18%

Oleh: Surya Rianto 21 Juni 2018 | 02:00 WIB

JAKARTA – Konsumsi Pertamax menanjak 18% dari rata-rata normal menjadi 18 juta liter saat puncak arus balik mudik Idulfitri 2018 pada 19-20 Juni 2018. Selain Pertamax, Pertalite juga mencatatkan kenaikan konsumsi sebesar 10% menjadi 50 juta liter.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito mengatakan, kenaikan permintaan BBM dengan oktan di atas 90 itu terus terjadi sejak awal mudik Idulfitri dimulai.

Pada periode mudik, tren konsumsi Pertamax mencatat kenaikan dari 10% sampai 49% dari rata-rata harian biasanya. "Bahkan, pada hari H Idulfitri, permintaan Pertamax masih naik 2% dari rata-rata konsumsi normal," ujarnya dalam keterangan resmi pada Rabu (20/6).

Adiatma mengatakan, kenaikan permintaan Pertamax terus berlanjut hingga H+1 sampai arus balik mudik saat ini. "Jadi, konsumsi Pertamax bukan saja untuk kendaraan perjalanan jauh, tetapi juga untuk rute pendek misalnya, mudik dalam kota."

Dia pun mengklaim dengan menggunakan Pertamax yang memiliki kualitas lebih baik dari Premium, pengendara bisa mendapatkan manfaat untuk kendaraannya sendiri maupun lingkungan.

"Soalnya, Pertamax punya keunggulan bisa meningkatkan kinerja kendaraan, serta mesin lebih dingin dan awet. Belim lagi pembakaran yang lebih irit serta ramah lingkungan," ujarnya.

Di sisi lain, Pertamina terus mempersiapkan pasokan BBM pada 3.692 SPBU di Jawa dan Madura, termasuk di kawasan tol maupun arteri. Perseroan juga menyediakan 117 kantong BBM sebagai cadangan pasokan yang bakal disalurkan ke SPBU.

Selain itu, Pertamina juga mempersiapkan berbagai layanan khusus seperti seperti Kiosk Pertamax di 72 titik, Motoris Kemasan 283 unit, Mobile Dispencer 32 unit, serta 13 Serambi Pertamax. Semua layanan itu tersedia di jalur tol operasional, tol fungsional serta jalur utama non tol.

Sementara itu, periode arus balik mudik Idulfitri juga membuat konsumsi avtur nak 5% dari periode normal.

Adiatma mengatakan, konsumsi avtur naik 5% menjadi lebih dari 16 juta liter dibandingkan rata-rata harian pada periode arus mudik 19 Juni 2018 sampai 20 Juni 2018.

Perseroan pun mengamankan pasokan Avtur di seluruh Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) seiring bertambahnya jumlah penerbangan selama arus balik.

"Permintaan Avtur tertinggi ada di wilayah tujuan wisata karena banyak juga masyarakat yang memanfaatkan momen lebaran dan cuti bersama untuk liburan. Destinasi wisata favorit masih Bali dan Yogyakarta," ujarnya.

Dia mengatakan, berdasarkan laporan Satgas Ramadan Idulfitri (RAFI), kenaikan konsumsi avtur terjadi pada 3 DPPU utama. DPPU Denpansar menjadi yang tertinggi sebesar 9,5%, DPPU Yogyakarta sebesar 6,5%, dan DPPU Cengkareng sebesar 3%.

"Puncak arus balik menggunakan pesawat memang terjadi seiring cuti bersama berakhir. Kami pun sudah mengamankan pasokan avtur di semua DPPU," ujarnya.

Pertamina disebut sudah menambah frekuensi pasokan tanker ke DPPU maupun Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) sejak Ramadan. (Surya Rianto)

Editor: Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkini Lainnya