Okupansi Hotel di Semarang Mencapai 90% Saat Lebaran

Oleh: Imam Yuda Saputra 19 Juni 2018 | 13:22 WIB
Okupansi Hotel di Semarang Mencapai 90% Saat Lebaran
Ilustrasi./JIBI

Bisnis.com, SEMARANG – Masa libur Lebaran 2018 yang tergolong panjang menjadi berkah bagi pelaku industri perhotelan, tak terkecuali di Kota Semarang. Jumlah pengunjung atau tingkat okupansi sejumlah hotel di Semarang meningkat tajam hingga mencapai 90%.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah (Jateng), Julia S.K.B., menyebutkan tingginya tingkat hunian atau okupansi terjadi hampir di seluruh hotel di Kota Semarang. Tak hanya hotel yang berada di ring 1 atau berdekatan dengan pusat keramaian, seperti Simpang Lima Semarang, tapi juga yang berada di ring 2 atau pinggiran kota.

“Rata-rata hotel di Semarang mengalami tingkat okupansi yang bagus. Bahkan, kemarin ada salah satu hotel yang tingkat okupansinya mencapai 100%,” tutur Julia saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Selasa (19/6/2018).

Julia menyebutkan banjir pengunjung hotel di Semarang rata-rata terjadi pada H+Lebaran atau Sabtu (16/6/2018). Mayoritas pengunjung merupakan pemudik yang tengah melakukan perjalanan ke tempat asal.

“Mereka menjadikan Kota Semarang sebagai tempat transit. Sambil melepas penat, mereka menginap di hotel selama satu malam. Itu yang menjadikan tingkat okupansi hotel di Semarang menjadi tinggi dibanding tahun lalu yang hanya berkisar di angka 70-78%,” tutur Julia.

Julia menyebutkan tingginya tingkat okupansi hotel di Kota Semarang tak terlepas dari dibukanya jalur tol Trans Jawa. Pemudik yang melakukan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya bisa menggunakan tol secara keseluruhan, meski beberapa di antaranya masih bersifat fungsional.

“Jalur tol yang dibuka ini membuat arus mudik jadi lancar. Rata-rata pemudik berhenti sejenak atau melakukan transit di Semarang. Hal itu berimbas dengan tingginya tingkat hunian hotel,” beber Julia.

Tingginya tingkat okupansi hotel di Semarang turut dibenarkan Ketua Indonesia Hotel General Manager (IHGM) Jateng, Albert Widipurnomo. Albert mengaku rata-rata hotel bintang 2 yang menjadi anggota IHGM juga mengalami banjir pengunjung.

“Mayoritas [tingkat okupansi] di atas 78%. Kondisi tahun ini lebih bagus dibanding tahun lalu. Semoga kondisi ini bisa terus berlanjut,” ujar Albert.

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya