Konsumsi BBM di Jatim-Balinus Naik 9%, Gasoil Turun 8% saat Lebaran

Oleh: Peni Widarti 19 Juni 2018 | 19:51 WIB
Konsumsi BBM di Jatim-Balinus Naik 9%, Gasoil Turun 8% saat Lebaran
Petugas menyiapkan BBM dalam kemasan./ANTARA-Dedhez Anggara

Bisnis.com, SURABAYA—Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) untuk produk gasoline (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) di wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusra selama momen Ramadan-Lebaran sejak 30 Mei-17 Juni 2018 mengalami peningkatkan rerata 9% dibandingkan hari normal.

Unit Manager Communication dan CSR MOR V (Jatim Balinus) Rifky Rakhman Yusuf mengatakan kenaikan terjadi karena pada periode tersebut banyak masyarakat yang melakukan mudik lebaran ke kampung halaman.

"Berbeda dengan konsumsi gasoil (solar, Dexlite dan Pertamina Dex) yang mengalami penurunan sekitar 8% dibandingkan hari normal. Ini karena banyak kendaraan besar dan industri yang libur beroperasi selama Lebaran," katanya, Selasa (19/6/2018).

Dia mengungkapkan, peningkatan konsumsi juga terjadi pada gas LPG 3 kg sehingga Pertamina menambah pasokan sebanyak 11% dari kondisi normal. Sedangkan Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg mengalami peningkatan konsumsi 17% dari hari normal.

"Untuk menjaga pasokan tetap ada, kami punya satgas yang terus memantau distribusi BBM dan LPG sampai H+15 Lebaran," imbuhnya.

Rifky menambahkan untuk mengantisipasi kebutuhan BBM selama momen arus balik mudik, Pertamina menyiapkan 10 Kiosk Pertamax di setiap rest area tol dan satu Kiosk tambahan di Pelabuhan Ketapang.

"Kiosk Pertamax di Ketapang ini merupakan titik layanan ekstra bagi pemudik yang menyebrang dari Bali ke Banyuwangi dan kembali ke Bali setelah liburan di Jawa," jelasnya.

Menurutnya, keberadaan Kiosk tersebut sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar. Sejak 8-17 Juni 2018, tercatat penjualan BBM di Kiosk Pertamax mencapai 96.156 liter untuk produk Pertamax dan 11.413 liter untuk produk Pertamina Dex.

Sedangkan pasokan LPG, Pertamina MOR V menyiapkan 2.583 Pangkalan Siaga, 273 Agen Siaga dalam mengantisipasi permintaan akan LPG yang tersebar di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. "Pangkalan siaga ini disiapkan untuk mengantisipasi jika banyak pangkalan atau penjual LPG yang tutup saat libur Lebaran," imbuhnya.

 

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya