Potret Ekonomi Pasar Beringharjo pada Lebaran 2018, Tinggi Tapi Ada Koreksi

Oleh: Salsabila Annisa Azmi/JIBI 18 Juni 2018 | 13:14 WIB
Potret Ekonomi Pasar Beringharjo pada Lebaran 2018, Tinggi Tapi Ada Koreksi
Suasana los batik di Pasar Beringharjo Sisi Barat, Senin (18/6/2018)./Bisnis-Salsabila Annisa Azmi

Bisnis.com, YOGYAKARTA—Rata-rata omzet per hari pedagang batik cap Pasar Beringharjo sampai H+4 lebaran lebih rendah daripada omzet saat libur lebaran tahun lalu.

Selain karena libur lebaran tahun ini bertepatan dengan tahun ajaran baru, kondisi Kota Jogja yang diliputi klithih dan erupsi freatik merapi disinyalir menjadi penyebab turunnya omzet.

Salah satu pedagang batik cap Pasar Beringharjo, Leonardo Rajaguguk, mengatakan kondisi keamanan yang rawan klithih dan adanya erupsi Gunung Merapi biasanya langsung berdampak pada omzet pedagang.

"Biasanya langsung begitu. Itu pasti mempengaruhi pikiran pengunjung buat datang ke sini, akan berpikir ulang buat ke sini," kata Leonardo, Senin (18/6/2018).

Leonardo mengatakan kini omzet perhari setelah lebaran hanya mencapai angka Rp3 juta, sedangkan tahun lalu setelah lebaran omzetnya bisa mencapai Rp8 Juta. Namun omzet tersebut tetap lebih tinggi daripada omzet saat hari-hari biasa baik tahun lalu maupun saat ini yang berkisar Rp200.000 per hari.

"Meskipun omzet tak sebesar tahun lalu, pasar buka sampai malam lumayan menambah omzet selama lebaran ini. Omzet saya meningkat Rp1 juta," kata Leonardo.

Penurunan omzet juga dirasakan oleh pedagang batik cap dan rok batik Pasar Beringharjo, Dalgito. Kondisi ini diklaim terjadi setiap tahunnya.

"Omzet saya menurun tapi cenderung sama saja. Tahun lalu saat lebaran mencapai Rp1,5 juta, sekarang hanya Rp1 juta. Saya kan hanya eceran, tidak besar. Saya juga tidak ikut pasar buka sampai malam, sudah tua, lelah," kata Dalgito saat ditemui di lapak batiknya.

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya