Saat Mudik, Penjualan BBM Kemasan di Jalan Tol Melonjak 100 Kali Lipat

Oleh: Choirul Anam 14 Juni 2018 | 01:18 WIB
Saat Mudik, Penjualan BBM Kemasan di Jalan Tol Melonjak 100 Kali Lipat
Ilustrasi - Pekerja beraktivitas di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (25/5/2018)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, MALANG - Penjualan bahan bakar minyak (BBM) kemasan pada arus mudik tahun ini meningkat 100 kali lipat bila dibandingkan dengan tahun lalu.

Direktur Retail Pertamina Mas’ud Khamid mengatakan pada arus mudik sampai saat ini mencapai 380 kl, jauh meningkat bila dibandingkan dengan arus mudik tahun lalu yang hanya mencapai 4,5 kl.

“Hal itu menandakan ada pergeseran arus mudik dari menggunakan jalan nasional ke jalan tol,” katanya di sela-sela kunjungan ke depo BBM Pertamina Malang, Rabu (13/6/2018).

Karena itulah, dia mengintensifkan pengoperasian SPBU mobile dengan menjalankan 63 unit. Adapun, armada mobile sebanyak 382 unit, 200 unit di antaranya beroperasi di Jateng karena daerah tersebut merupakan tujuan mudik utama di Jawa. “Dengan adanya arus mudik, ada tambahan 3 juta jiwa warga di Jateng,” ujarnya.

Pertamina juga menyiapkan mobil 24 mobile storage di SPBU terdekat, terutama yang berdekatan dengan pintu keluar tol jalur mudik.

SPBU mobile dan armada mobile terutama dioperasikan di rest area tol serta pintu keluar tol sehingga memudahkan pemudik yang membutuhkan pengisian BBM.

Pada saat pascamudik tetapi sebelum arus balik, konsentrasi penyiapan BBM terutama dilakukan di SPBU-SPBU yang dekat dengan tempat-tempat wisata. Begitu juga mobile storage, SPBU mobile, maupun armada mobile.

“Adapun untuk pasokan sama, yakni 1,3 juta kl/hari untuk BBM, dan LPG setara 3 juta kl/hari karena pada Lebaran yang terjadi cuma pengalihan tempat. Konsumsi sama. Problemnya pada distribusi,” katanya.

Secara umum, menurut dia, pasokan BBM dan LPG untuk pemenuhan kebutuhan Lebaran sudah tercukupi. Distribusinya sudah baik.

Jika ditemukan laporan bahwa di daerah tertentu ada kekurangan LPG, maka dilakikan operasi dengan menggerojok pasokan bahan bakar gas tersebut sehingga tidak terjadi kelangkaan.

Editor: Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkini Lainnya