Edukasi bagi Pemudik, Berikan BBM Bergizi untuk Mesin Mobil

Oleh: Newswire 14 Juni 2018 | 09:56 WIB
Ilustrasi/Jibi
Kabar24.com, JAKARTA - Pemudik diajak untuk cermat dalam memilih bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraannya karena BBM bisa diumpamakan seperti makanan bagi manusia. Semakin ‘bergizi’ BBM yang dikonsumsi kendaraan, tentu semakin ‘sehat’ mesinnya.
 
“Pada manusia, Premium ibarat jeroan yang memiliki kandungan kolesterol tinggi. Bisa menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah dan akhirnya mengakibatkan berbagai penyakit, termasuk stroke. Jadi sangat berbahaya,” kata Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri.
 
Oleh karena dampak buruk itulah, Tri mengingatkan masyarakat untuk tidak mempergunakan Premium bagi kendaraannya. Sebaliknya, agar mesin tetap andal dan awet, Tri menyarankan penggunaan jenis BBM yang lebih menyehatkan bagi mesin. Dalam hal ini, BBM dimaksud harus memiliki oktan 92 ke atas, misalnya Pertamax series.   
 
Menurut Tri, ‘penyumbatan’ akibat Premium terjadi, karena penggunaan BBM berkualitas rendah tersebut dapat mengakibatkan injektor tersumbat sehingga suplai BBM tidak optimal. Selain itu, juga banyaknya kerak di dalam ruang bakar sebagai imbas pembakaran yang tidak sempurna. 
 
Kerak itulah yang akan meningkatkan kompresi sehingga mesin mengelitik. Jika kondisi tersebut dibiarkan, makin lama tentu bisa merusak mesin. Piston bisa berlubang atau stang piston menjadi bengkok. Akhirnya, lanjut dia, kendaraan pun turun mesin. 
 
Keberadaan kerak tersebut, menurut Tri semakin diperparah karena Premium tidak dilengkapi dengan aditif. Kondisi tersebut sangat berbeda dengan BBM dengan RON lebih tinggi, yang sudah ditambahkan zat pembersih tersebut. “Dan kalau sudah turun mesin tentu biayanya sangat mahal. Untuk Avanza misalnya, kalau piston yang terkena maka ongkos perbaikannya bisa mencapai Rp6-7 juta,” ujar Tri. 
 
Melihat perbandingan kualitas antara Premium dan BBM beroktan tinggi itulah, Tri juga menyarankan, agar pemakaian BBM RON 92 ke atas tidak hanya dilakukan ketika mudik. Bahkan di luar mudik, lanjutnya, termasuk untuk perjalanan jarak dekat, konsumen juga harus membiasakan mempergunakan BBM berkualitas. 
 
Migrasi dari Premium ke BBM dengan oktan 92 ke atas tersebut, menurut Tri adalah suatu ‘keharusan’. Pasalnya, Premium memang tidak lagi cocok bagi kendaraan bermotor saat ini. Karena sejak 2003, sebenarnya spesifikasi mesin kendaraan bermotor sudah meningkat dan hanya diperuntukkan bagi BBM dengan RON 92 ke atas, seperti Pertamax series. Dan jika pemudik memaksakan memakai Premium, lanjut dia, maka akan berdampak buruk pada kendaraannya. 
 
Bukan cuma kendaraan keluaran terbaru. Tri menambahkan, kendaraan yang diproduksi sebelum 2003, sebaiknya juga mempergunakan BBM dengan oktan tinggi, setidaknya RON 90. Bahkan jika dilakukan pengaturan waktu pengapian (timing igniton), maka penggunaan BBM RON 92 ke atas pada kendaraan tua itu juga akan baik.

Editor: Bambang Supriyanto

Berita Terkini Lainnya