PILGUB JATENG 2018: Kasus KTP Elektronik Diyakini Bisa Hambat Ganjar Pranowo

Oleh: MG Noviarizal Fernandez 13 Juni 2018 | 15:46 WIB
PILGUB JATENG 2018: Kasus KTP Elektronik Diyakini Bisa Hambat Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo saat mengunjungi Objek Wisata Bukit Cinta Watu Prahu, Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Klaten./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sengkarut perkara korupsi KTP elektronik diyakini turut mewarnai pilihan warga Jawa Tengah dalam pemilihan gubernur tahun ini.

Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Fahmi Hafel menyatakan bahwa lembaganya telah melakukan survei terkait pilihan warga Jawa Tengah dengan hasil 54,9% responden meyakini perkara itu akan menghambat Ganjar Pranowo, sementara 41,8% lainnya menyatakan bahwa hal itu tidak akan menghambat sang petahana.

“Sementara 3,3% responden tidak menjawab atau mengaku tidak tahu,” ujarnya, Rabu (13/6/2018).

Lanjutnya, mayoritas responden mengatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan baik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun pengadilan tindak pidana korupsi yang sering diberitakan oleh media menjadi pertimbangan mereka bahwa perkara itu bisa menghambat Ganjar Pranowo.

 IDM juga melakukan survei dengan memberi pertanyaan secara spontan kepada responden, soal siapakah yang akan mereka pilih jika pilgub digelar saat survei berlangsung.

Hasilnya, secara spontan, 47,3% responden memilih pasangan Sudirman Said–Ida Fauziah, sedangkan sebanyak 40,9% memilih pasangan Ganjar Pranowo -Taj Yasin dan sebanyak 11,8% tidak menjawab.

Kemudian, lanjut Fahmi, dengan pertanyaan yang sama mengunakan kertas kuisioner dan alat bantu simulasi kartu suara, dalam survei ditemukan bahwa 54,6% memilih pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah, sedangkan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dipilih sebanyak 42,8% dan sebanyak 2,6% belum menentukan pilihan.

Dalam survei yang dilakukan pada 28 Mei-4 Juni 2018 ini IDM mewawancarai 2002 warga Jawa Tengah yang tersebar secara proporsional di 35 daerah sesuai sebaran Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada 2018 yang berjumlah 27.068.125 pemilih.

“Survei menggunakan metodologi kuantitatif dengan wawancara langsung dan pengisian kuisioner. Penarikan sampel dengan metode multistage random sampling berdasarkan total populasi masyarakat yang memiliki hak pilih dengan tingkat kepercayaan 98% dan margin of error kurang lebih 2,6%,” pungkasnya.

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya