Survei Pilkada: Bursah Zarnubi Berpeluang Jadi Bupati Lahat

Oleh: MG Noviarizal Fernandez 12 Juni 2018 | 13:53 WIB
Ilustrasi/Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan politisi Partai Bintang Reformasi Bursah Zarnubi berpeluang dipilih dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan.

Hal itu terekam dalam survei yang digelar Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI). Dalam survei tersebut, pasangan Bursah Zarnubi- Parhan Berza merupakan calon paling populer berdasarkan pilihan responden.

“Berdasarkan survei Januari dan Mei 2018, elektabilitas Bursah Zarnubi - Parhan Berza masing-masing 29,9% dan 39,3%. Cik Ujang - Haryanto 10,4% dan 12,3%, kemudian Nopran Marjani – Herliansyah 10,1% dan 16,3%,” ujar Direktur Eksekutif LKPI Arifin Nurcahyono, Selasa (12/6/2018).

Dia melanjutkan, pasangan lainnya, Purnawarman Kias – Rozi Adiansyah 4,2% dan 4,6%, Hapit Padli -Erlansyah Rumsyah 2,9% dan 3,2%. Sementara yang tidak atau belum menentukan pilihan 42,5% pada Januari dan 24,3% pada Mei.

“Popularitas ini merupakan modal awal para kandidat untuk dipilih. Selain popular, para kandidat juga harus unjuk program untuk memikat masyarakat. Setelah dikenal, disukai, baru kemudian akan dipilih,” tuturnya.

Sedangkan pada aspek elektabilitas, dalam survei Mei 2018, Bursah Zarnubi - Parhan Berza memperoleh 42,1%,Cik Ujang - Haryanto 17,3%, Nopran Marjani – Herliansyah 18,2%, Purnawarman Kias – Rozi Adiansyah 4,6%, Hapit Padli Dan Erlansyah Rumsyah 3,2% dan yang belum menentukan pilihan sebesar 14,6%.

“Apabila tidak ada kejadian politik yang luar biasa di Kabupaten Lahat dalam kurun 1 bulan yang akan datang Bursah Zarnubi-Parhan Berza berpotensi memimpin Kabupaten Lahat untuk 2018-2023,” tuturnya.

Untuk diketahui, survei ini melibatkan sekitar 1.659 masyarakat dari jumlah populasi DPT Kabupaten Lahat sebanyak 298.528 pemilih. Mereka tersebar secara proposional di 22 kecamatan di Kabupaten Lahat.

LKPI, lanjutnya menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan survei, 95% dan margin of error kurang lebih 2,4%. Pengumpulan data dari responden dengan cara wawancara langsung dengan responden melalui panduan kuesioner dilakukan pada 16 Mei sampai 28 Mei 2018.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer