Pertamina Indikasi Ada Penimbunan Elpiji 3 Kg di Jembrana

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 12 Juni 2018 | 10:15 WIB
Ilustrasi./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, DENPASAR – PT Pertamina (Persero) mengindikasi adanya oknum yang melakukan penimbunan elpiji tabung 3 kilogram sehingga menyebabkan adanya laporan kelanggakaan barang di wilayah Jembrana.

Sales Executive Elpiji Pertamina Bali Rainier Axel Gultom mengatakan kekosongan elpiji 3 kg di pengecer memang ditemukan. Namun jal itu karena warung tersebut libur pada akhir pecan lalu.

Sementara, dari beberapa pengakuan pemilik warung, truk pengecer yang biasa rutin menjual tabung selama seminggu sulit ditemui. Padahal supply dari pangkalan tetap saja berjalan normal seperti biasanya.

“Seharusnya jika truk-truk pengecer tersebut tidak operasional, stok di pangkalan kami pasti akan berlimpah, tetapi kenyataannya penjualan di pangkalan berjalan normal, ini yang kami curigai ada praktek penimbunan di level pengecer,” katanya, Selasa (12/6/2018).

Kata dia, selama ini supply elpiji di Bali terus ditingkatkan. Supply elpiji 3 kg di Jembarana telah meningkat 7% selama Hari Raya Galungan dan Kuningan lantaran permintaan yang memang tinggi. Pihaknya juga sudah melakukan penambahan supply elpiji 3 kg sebanyak 6% selama bulan Ramadan 2018.

Adapun sejak 24-26 Mei 2018, Pertamina telah menambahkan supply fakultatif yang sebesar 7% per harinya sebagai antisipasi Hari Raya Waisak yang jatuh pada 29 Mei 2018 dan Galungan pada 30 Mei 2018. Selama penambahan supply, realisasi LPG 3 kg sebanyak 630 MT/hari atau masih terhitung normal.

Kemudian, pada Minggu (27/5/2018) kembali dilakukan tambahan 5% untuk antisipasi Hari Raya Waisak dan Galungan. Pada Jumat (1/6/2018) yang merupakan hari libur fakultatif, penyaluran berkurang menjadi 70% dari kondisi normal. Periode 2-10 Juni 2018, penyaluran elpiji kembali normal dengan rata-rata ada kenaikan 7% dari kondisi biasa.

“Tanggal 7 Juni 2018 telah dilakukan Pasar Murah Serentak di seluruh 57 kecamatan di wilayah Bali, dan tidak ada indikasi kelangkaan di wilayah Jembrana,” katanya.

Kata dia, sebagai langkah evaluasi menghadapi isu kosongnya pasokan elpiji 3 kg di wilayah Jembrana pihaknya pun menggelar pasar murah pada wilayah yang terindikasi terdampak. Selain itu, juga sudah berkoordinasi dengan Kadisperindag Jembrana dan aparat terkait untuk melakukan sidak terikat indikasi adanya oknum yang melakukan kecurangan.

Pihaknya juga mengadakan pasar murah pada hari ini yakni Selasa (12/6/2018) sebagai antisipasi isu yang berkembang. Lokasi pasar murah berada di Pengambengan, Tegal Badeng Barat, Batuagung, Kelurahan Gilimanuk, Madewi, Tegal Cangkring, dan Medewi.

“Pada prinsipnya supply elpiji Bali sudah dilakukan penambahan dalam antisipasi hari raya, tetapi tidak bisa dipungkiri ada oknum-oknum yang ingin mencari keuntungan dengan memanfaatkan situasi seperti ini,” katanya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer