Harga Daging Ayam di Jember Mencapai Rp60.000/Kilogram

Oleh: Newswire 12 Juni 2018 | 10:22 WIB
Harga Daging Ayam di Jember Mencapai Rp60.000/Kilogram
Ilustrasi./Antara

Bisnis.com, JEMBER—Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jember, Jawa Timur, melambung tinggi Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram karena stok komoditas tersebut berkurang.

"Harga ayam memang naik di luar kewajaran karena pekan lalu masih Rp35.000 per kilogram, namun pekan ini sudah mencapai Rp60.000 per kilogram karena memang pasokan ke pedagang terbatas," kata Ida, salah seorang pedagang ayam di Pasar Tanjung Jember, Selasa (12/6/2018).

Bahkan harga daging ayam dua hari lalu sempat menembus Rp65.000 per kilogram, padahal harga normalnya daging ayam ras tersebut berkisar Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram dan tidak hanya daging ayam ras yang naik, daging ayam kampung pun juga naik.

"Harga ayam kampung diatas Rp70.000 per kilogram, namun sebagian besar masyarakat cenderung membeli daging ayam ras karena lebih murah," tuturnya.

Petugas pencatat harga di Pasar Tanjung Iskandar mengatakan kenaikan harga daging ayam di pasar induk Jember tersebut melambung tinggi sejak sepekan ini dan kenaikannya cukup signifikan di pasaran.

"Harga daging ayam awalnya berkisar Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram, kemudian naik lagi menjadi Rp50.000 per kilogram dan hingga Senin (11/6) terpantau sebesar Rp60.000 per kilogram," katanya.

Ia mengaku masih akan melakukan survei harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Tanjung, termasuk harga daging ayam ras dan ayam kampung yang diharapkan tidak merangkak naik lagi.

Tingginya harga daging ayam di pasaran tersebut direspon cepat oleh Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo yang melakukan inspeksi mendadak di Pasar Tanjung Jember untuk memantau harga komoditas tersebut.

"Kami sudah lakukan pantauan di Pasar Tanjung Jember, harga daging ayam berkisar Rp47.000 hingga Rp50.000 per kilogram," tuturnya.

Berdasarkan informasi dari pedagang, lanjut dia, persoalan vaksin yang rusak, sehingga banyak ayam yang mati, sehingga stok ayam berkurang di pasaran dan di sisi lain permintaan cukup tinggi di pasaran menjelang Lebaran.

"Saya juga sudah melakukan konfirmasi kepada Kepala Disperindag Jember menyampaikan bahwa persoalan vaksin sudah normal. Kenaikan harga daging ayam karena para pekerja sudah banyak yang libur, sehingga pemotongan hewan ayam yang melayani pedagang berkurang dan berpengaruh pada stok ayam yang beredar di pasaran," katanya.

Ia optimistis harga daging ayam akan kembali turun perlahan-lahan karena Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan menyampaikan ada pasokan yang cukup besar ke pasar tradisional di Kabupaten Jember.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya