JLAJAH WISATA MALANG, Melayang Menikmati Pemandangan

Oleh: Choirul Anam 12 Juni 2018 | 10:30 WIB
Paralayang Gunung Tumpuk di Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang./Bisnis-Andik Susanto

Bisnis.com, MALANG—Wisata adventure paralayang jelas menghadirkan ketegangan karena bergelantungan terbang di udara. Namun saat bersamaan ada sensasi keindahan karena bisa melihat dengan mata lanskap daerah di sekitar objek wisata.

Objek wisata paralayang di Malang dan sekitarnya, ada dua pilihan yakni di Kota Batu di puncak Gunung Banyak serta di Kab. Malang di Gunung Tumpuk di Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang.

Wisata Paralayang di Kota Batu menjadi salah satu objek wisata yang terkenal. Dengan terbang dengan paralayang, orang bisa melihat keindahan lanskap Kota Wisata Batu dari atas ketinggian.

Aktivitas ini juga menegangkan, memacu adrenalin karena melayang bersama parasut.

Wisata Paralayang Kota Batu semakin populer terutama sejak diselenggarakannya Batu Open Paragliding 2011 yang lampau. Ajang terjun payung yang diikuti banyak atlet dari dalam dan luar negeri tersebut semakin memperkuat Kota Batu sebagai pelopor paralayang di tingkat provinsi Jawa Timur.

Selain melihat dan berfoto-foto dengan latar belakang pemandangan, pengunjung juga disajikan objek wisata lain yakni Omah Kayu dan Taman Langit atau Sky City Park. Keduanya menanjak popularitasnya belakangan.

Omah Kayu sendiri juga termasuk penginapan yang memungkinkan wisatawan untuk menikmati suasana bermalam di rumah yang terletak di pohon. Terutama jika wisatawan yang datang dari luar kota, menginap di Omah Kayu adalah ide yang bagus dan memberikan pengalaman yang mengesankan.

Selain itu, sunrise dan sunset di Paralayang adalah salah satu yang terbaik di Malang Raya. Tarif sewa penginapan di sini berkisar antara Rp350.000 hingga Rp450.000, bergantung hari kunjungan biasa atau hari libur.

Adapula treking Gunung Banyak yang termasuk di dalamnya objek wisata Goa Pinus dan Rabbit Field.

Pemiliki Malabar Adventure yang berkonsentrasi pada tour travel adventure, Aris mengatakan jika tidak musim hujan, pembeli paket bisa mencapai 20 orang, namun yang datang langsung ke lokasi biasanya banyak, sekitar 20 orang/hari dengan tariff Rp400.000/orang.

“Sensasinya terutama dapat melihat langsung Kota Batu di atas ketinggian gunung,” ujarnya.

Adapun di Kab. Malang ada Gunung Tumpuk, Desa Sidoluhur, Kec. Lawang yang dijadikan objek paralayang. Awal mulanya gunung ini digunakan atlet paralayang berlatih terbang.

Karena potensinya itu, Pemkab Malang akan mengembangkan wisata jenis ini agar lebih menarik masyarakat luas. Selain infrastruktur akan ada fasilitas pendukung a.l spot foto selfie, taman bunga The Heart of East Java, maupun home stay warga.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara mengatakan untuk mengoptimalkan Gunung Tumpuk menjadi desa wisata, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, yakni infrastruktur dan membentuk kelompok sadar wisata atau Pokdarwis.

Langkah selanjutnya, mendata rumah warga di Desa Sidoluhur untuk dijadikan home stay wisatawan. Bagi warga yang bersedia rumahnya dijadikan, maka harus dibenahi terlebih kamar yang disewarkan, maupun kamar mandinya. Kebersihan rumah juga harus dijaga.

Sugeng Santoso, instruktur paralayang di Gunung Tumpuk mengatakan dari ambience objek paralayang di sana cocok, hawa yang sejuk dan suasanya tenang.

Selama perjalanan, wisatawan akan langsung menikmati pemandangan yang yang memesona khas kawasan pegunungan. Namun wisatawan harap berhati-hati karena jalan menuju lokasi di beberapa titik merupakan jalan curam dan menanjak.

Sugeng menambahkan, keunggulan tempat paralayang di Sidoluhur jika dibandingkan di Batu jarak maupun waktunya lebih pendek dan cepat.

Gunung Tumpuk juga mudah diakses dari Surabaya karena tidak melewati titik kemacetan. Rute untuk mencapai ke Sidoluhur kalau dari arah Surabaya melewati Lawang terus belok ke timur dengan waktu tempuh dari lawang sekitar 15 menit. Kondisinya juga bagus.

Secara umum, objek wisata paralayang di Gunung Tumpuk sudah memenuhi standar untuk olahraga paralayang, baik untuk take-off dan landing juga sudah memenuhi standar dari sisi lebar maupun luasannya.

Saat ini, kata Sugeng, objek wisata paralayang Gunung Tumpuk masih belum dibuka untuk wisatawan, namun warga yang ke sana tentu tidak dilarang. Termasuk jika untuk mencoba bermain paralayang.

Warga yang bermain paralayang saat ini masih gratis, tidak dikenakan sewa menggunakan peralatan bermain. Kunjungan warga Malang ke Gunung Tumpuk untuk bermain paralayang sekitar 100-300 orang/pekan, tergantung cuaca. Biasanya warga ke sana pada akhir pekan.

Rencana mulai awal April objek wisata tersebut akan dibuka untuk penerbangan untuk wisatawan dengan tarif Rp350.000/orang, tarif yang kompetitif. Siapa yang berani mencoba?

 

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer