BI Hibahkan Mobil Eks-Remise ke Sedulur UKM di Blitar

Oleh: Choirul Anam 12 Juni 2018 | 09:07 WIB
BI Hibahkan Mobil Eks-Remise ke Sedulur UKM di Blitar
Kepala KPw BI Difi Ahmad Johansyah (dua dari kanan) didampingi Kepala KPw BI Kediri Djoko Raharto (paling kiri), dan Bupati Blitar Riyanto (paling kanan) saat memberikan BPKB eks-mobil remise kepada Sedulur UKM di Blitar, Senin (11/6/2018)./Bisnis-Choirul Anam

Bisnis.com, BLITAR—Bank Indonesia menghibahkan mobil eks-remise ke Sedulur UKM untuk mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Blitar dan sekitarnya.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Jatim Difi Ahmad Johansyah mengatakan dengan bantuan eks-mobil remise tersebut diharapkan UMKM di Kab. Blitar dan sekitarnya dapat cepat berkembang. Lewat mobil tersebut, dapat dikemas kegiatan-kegiatan pelatihan pengembangan kapasitas UMKM, pelatihan pembentukan wirausaha baru, dan pameran-pameran produk UMKM secara mobile sehingga mampu menularkan virus kreativitas dan kewirausahaan.

“Kami, BI, dalam kaitan pengembangan UMKM berfungsi sebagai provokator, motivatior, namun sekaligus fasilitator,” katanya di sela-sela penyerahan mobil eks-remise BI ke Sedulur UKM di Blitar, Senin (11/6/2018).

Kaitannya dengan kegiatan fasilitasi, dia mengingatkan, sebenarnya negara-negara tetangga menyenangi produk UMKM asal Indonesia, terutama produk makanan.

“Malaysia dan negara-negara Timur-Tengah menyenangi produk makanan olahan UMKM Indonesia,” katanya.

Hanya saja, kata dia, pengolahan harus sesuai dengan standar internasional, termasuk pengepakannya. Yang juga tidak kalah pentingnya, aspek keberlanjutan pasokan.

“Sering terjadi, ketika UMKM Indonesia menerima pesanan kecil, lancar, namun begitu mendapatkan pesanan dalam jumlah besar justru tidak mampu. Ini masalahnya,” ujarnya.

BI menginginkan pengembangan UMKM di Indonesia mirip dengan UMKM Korsel yang benar-benar mampu menjadi penyangga ekonomi nasional Negara Ginseng tersebut. Intinya, ekonomi di negara tersebut didukung industri UMKM di pedesaan.

Di Jatim, beberapa daerah telah menunjukkan tren positif dalam pengembangan UMKM, seperti di Banyuwangi dan Kab. Blitar.

Kepala KPw BI Kediri, Djoko Raharto, menegaskan, upaya pengembangan UMKM di wilayah kerja kantor perwakilan bank sentral tersebut dilakukan sesuai dengan karakteristik dan permasalahan usahanya.

Ada pengembangan yang bersifat berupa pelatihan-pelatihan teknis seperti produksi, pengepakan, maupun pemasaran secara online secara intens. Ada juga pembinaan secara berkala, seperti fasilitasi dengan mengikutkan mereka pada kegiatan-kegiatan pameran di lokal dan nasional.

Bupati Blitar Rijanto menegaskan pembinaan terhadap UMKM perlu pemihakan yang jelas. Karena itulah, dirinya memberikan bantuan kemudahan regulasi dengan membebaskan semua aspek perizinan yang dikeluarkan pemda.

Bahkan pemda membantu biaya perizinan yang dikeluarkan ke instansi lain, seperti sertifikat halal yang dikeluarkan MUI.

Ketua Sedulur UKM Blitar Raya Abdul Azis, mengatakan dengan bantuan eks-mobil remise dari BI akan dimanfaatkan sebagai layanan mobile promosi sekaligus menularkan semangat berwirausaha usaha kepada masyarakat.

Lewat kegiatan-kegiatan Panggung UKM, Sedulur UKM, yang merupakan kumpulan dari asosiasi-asosiasi UKM di Blitar, menyadarkan bahwa banyak lapangan keusaha yang biosa dibuka di desa sendiri berbasis sumber daya alam yang melimpah dan pasar potensial yang dapat ditembus dengan kreatifitas.

“Kami juga siap melayani pertanyaan masyarakat yang akan dan sedang beriwurausaha seperti prosedur pengurus perizinan, mendesain produk yang bagung, marketing online, dan lainnya,” ucapnya.

 

 

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya