KINERJA MEI 2018 : Pendapatan Jasa Raharja Meroket

Oleh: Reni Lestari 08 Juni 2018 | 02:00 WIB

JAKARTA - PT Jasa Raharja (Persero) mengalami kenaikan jumlah pendapatan atau iuran yang signifikan. Per Mei 2018, pendapatan Jasa Raharja mencapai Rp1,83 triliun atau naik 107,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Divisi Pelayanan dan Pencegahan Jasa Raharja Abdul Haris mengatakan, meski mengalami pengingkatan pendapatan, namun laba perseoran justru menurun.

“Laba turun 38,85% menjadi Rp715,25 miliar pe Mei 2018,” kata Abdul di Jakarta, Kamis (7/6).

Abdul mengatakan per Mei tahun lalu, perseroan membukukan laba Rp1,16 triliun. Penurunan laba, lanjutnya, disebabkan Jas Raharja meniakkan jumlah santunan dua kali lipat tanpa menaikkan premi.

Penurunan laba terjadi karena penerapan Peraturan Menteri Keuangan RI No.15/PMK/0.10/2017 dan PMK No.16/PMK.010/2017. Selain menetapkan kenaikan nilai santunan, dua aturan tersebut juga menerapkan ketentuan denda progresif.

Pembayaran sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ) yang dilakukan setelah jatuh tempo dikenakan denda sebesar 25% jika terlambat 1 hingga 90 hari dan 50% jika dilakukan pada hari ke-91 sampai 180. Sebelum peraturan tersebut terbit, denda keterlambatan pembayaran SWKLLJ adalah 100%.

Hingga Mei 2018 telah menyalurkan total santunan sebesar Rp985,7 miliar. Angka tersebut mengalami kenaikan 75,59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp561,39 miliar.

“Jumlah santunan sampai dengan Mei itu Rp985,7 miliar, tahun sebelumnya Rp561,39 miliar,” kata Abdul.

Abdul menjelaskan, dari jumlah tersebut korban meninggal sebanyak 23,56%, sedangkan sisanya korban luka-luka.

Dia menambahkan, saat jelang musim lebaran ini, tidak terjadi kenaikan santunan dalam jumlah yang signifikan. Ia memperkirakan, karena jalanan padat dan macet, kecelakaan yang terjadi justru menurun.

Hal itu pula yang menurutnya yang menjadi faktor menurunnya jumlah korban kecelakaan sebanyak 4% di musim lebaran dibanding hari-hari biasa.

“[Jumlah santunan] Hampir sama [antara musim lebaran] dengan hari-hari biasa. Naik tipis saja,” ujarnya.

Sementara itu, tahun ini Jasa Raharha mennyiapkan total dana Rp2,3 triliun untuk santunan.

Selain itu, per Mei 2018, pendapatan Jasa Raharja mencapai Rp1,83 triliun atau naik 107,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun demikian laba mengalami menurunan 38,85% menjadi Rp715,25 miliar karena kenaikan satuan santunan tanpa dibarengi dengan peningkatan harga premi. (Reni Lestari)

Editor: Anggi Oktarinda

Berita Terkini Lainnya