Inflasi Inti Rendah Tanda Ekspektasi Terjaga

Oleh: Hadijah Alaydrus 06 Juni 2018 | 00:43 WIB
Inflasi Inti Rendah Tanda Ekspektasi Terjaga
Pasar Tradisional. /Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Bank Indonesia menegaskan inflasi inti yang stabil rendah pada jelang Lebaran disebabkan oleh ekspektasi inflasi yang terjaga.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Reza Anglingkusumo menuturkan salah satu upaya menjaga ekspektasi inflasi adalah melalui respon kebijakan moneter bank sentral.

Contohnya, ketika pemerintah melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak atau harga listrik (administered prices), BI akan merespon dengan kebijakan moneter.

"Ini dilakukan untuk menjaga ekspektasi sehingga kenaikan tidak memberikan dampak lanjutan ke inflasi inti," ujar Reza.

Jika inflasi inti meningkat, maka inflasi keseluruhan dalam IHK akan bergerak naik sehingga pengendaliannya akan sulit.

Saat ini, dia melihat ekspektasi masyarakat perlahan sudah terbentuk bahwa inflasi inti terjaga. Dengan demikian, rendahnya inflasi inti bukan cerminan dari daya beli yang melemah.

Pergerakan inflasi inti sebenarnya lebih banyak dipengaruhi oleh faktor fundamental, seperti interaksi permintaan-penawaran, nilai tukar, harga komoditi internasional, inflasi mitra dagang ataupun ekspektasi Inflasi dari pedagang dan konsumen.

Selain itu, inflasi inti mengambarkan daya beli dan permintaan masyarakat secara riil.

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya