AKUISISI PERTAGAS : PGAS Rogoh Kocek US$1,5 Miliar—US$2 Miliar

Oleh: M. Nurhadi Pratomo 06 Juni 2018 | 02:00 WIB
Logo PGN/ repro

JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. diperkirakan merogoh kocek US$1,5 miliar—US$2 miliar untuk mengakuisisi PT Pertamina Gas sebagai bagian pembentukan holding BUMN Migas.

Deputi Bidang Pertambangan dan Industri Strategis Kementerian Badan Usaha Milik Negara Fajar Harry Sampurno menjelaskan bahwa proses pengintegrasian Pertamina Gas (Pertagas) ke Perusahaan Gas Negara (PGN) akan ditempuh melalui jalan akuisisi.

Kendati demikian, proses tersebut tidak memerlukan persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) mengingat valuasi yang tidak mencapai US$2,5 miliar. “Perkiraan valuasi Pertagas di bawah US$1,5 miliar— US$2 miliar,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (4/6) malam.

Fajar menyebut nilai valuasi yang diperkirakan tidak mencapai US$2,5 miliar tersebut menjadi alasan pembatalan rencana RUPS Luar Biasa PGN. Semula, dijadwalkan emiten berkode saham PGAS itu akan meminta restu pemegang saham pada akhir Juni 2018.

Dia mengungkapkan perkiraan valuasi lebih rendah rendah dari prediksi awal. Pasalnya, bebarapa proyek yang sama-sama diolah keduanya dijadikan dalam satu perhitungan. “Diharapkan valuasi final keluar setelah Lebaran 2018,” imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perusahaan Gas Negara Jobi Triananda Hasjim mengatakan integrasi antara perseroan dan Pertamina Gas (Pertagas) akan meningkatkan pengelolaan gas. Pihaknya memperkirakan pasokan gas akan meningkat dari 1.000 juta kaki kubik per hari (million standard cubic per day/MMscfd) hingga 1.200 MMscfd menjadi 1.400 MMscfd pada 2025.

“Peningkatan pendapatan diperkirakan US$500 juta sampai US$1 miliar per tahun,” jelasnya.

Sebagai catatan, PGAS mengantongi pendapatan US$2,97 miliar pada 2017. Pencapaian tersebut dari periode sebelumnya US$2,93 miliar.

Berdasarkan catatan Bisnis, pendapatan PGAS diperoleh dari hasil penjualan gas US$2,4 miliar dan penjualan minyak US$472,8 juta. Dari situ, perseroan mengantongi laba bersih US$143,1 juta pada 2017.

Editor: Riendy Astria

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer