SUMBER DAYA AIR : Brantas Abipraya Raih Kontrak Bendungan Sidan

PT Brantas Abipraya (Persero) Divisi 2 menjadi pemenang proyek pembangunan Bendungan Sidan di Bali yang ditargetkan selesai pada 2021.
Yanita Petriella | 06 Juni 2018 02:00 WIB
Ilustrasi: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melihat pembangunan Bendungan Kuningan yang tengah dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Jumat (20/10/2017). - Istimewa

JAKARTA — PT Brantas Abipraya (Persero) Divisi 2 menjadi pemenang proyek pembangunan Bendungan Sidan di Bali yang ditargetkan selesai pada 2021.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian PUPR, Brantas Abipraya menjadi pemenang dan berhasil mengalahkan BUMN kontraktor lainnya yang lulus dalam prakualifikasi yakni PT Nindya Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero)Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk., dan PT Hutama Karya (Persero).

Sejumlah kontraktor yang lulus prakualifikasi tersebut berhasil mengalahkan 187 peserta yang ikut dalam lelang pada tahap sebelumnya.

Kepala Pusat Bendungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ni Made Sumiarsih mengatakan bahwa saat ini baru diusulkan pemenang pembangunan Bendungan Sidan.

Pasalnya, Kementerian PUPR masih menunggu keputusan lpntrak tahun jamak atau multiyears contract.

"Kami usulkan [PT Brantas Abipraya Divisi 2] pemenang Bendungan Sidan, tetapi masih menunggu penetapan MYC dari Kemenkeu," ujarnya kepada Bisnis, Senin (4/6/2018) malam.

Bendungan Sidan direncanakan memiliki kapasitas 3,13 juta meter kubik. Bendungan ini diharapkan dapat mengairi lahan 4.595 hektare menyediakan pasokan air baku sebesar 2,14 meter kubik/detik.

Bendungan Sidan merupakan salah satu dari tiga bendungan yang gagal dibangun dan dilelang dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha pada akhir tahun lalu.

Dalam catatan Bisnis, PT Brantas Abipraya Divisi 2 juga menjadi pemenang dan membangun Bendungan Semantok di Nganjuk Jawa Timur untuk yang paket pertama.

Brantas Abipraya menyisihkan empat badan usaha lain yakni PT Pembangunan Perumahan Tbk., PT Hutama Karya, PT Wijaya Karya Tbk. dan PT Nindya Karya Wilayah 4.

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso menuturkan bahwa hingga saat ini Bendungan Sidan masih menunggu izin kontrak pembangunan pada Kementerian Keuangan dengan menggunakan anggaran tahun jamak.

"Sudah selesai lelang, tinggal menunggu penetapan lelang, dan tengah menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan, setelah itu baru dikontrak," tuturnya.

Ketika dimintai tanggapannya, Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya Suradi Wongso membenarkan bahwa perseroan memenangi lelang pembangunan Bendungan Sidan.

Saat ini perseroan dalam masa sanggah pemenang kontrak. Nilai kontrak bendungan tersebut sekitar Rp782 miliar.

"Masa sanggah sekitar 10 hari tergantung tender. Ini baru pengumuman pemenang. Setelah masa sanggah baru tanda tangan kontrak," tuturnya. (Yanita Petriella)

Tag : sumber daya air, bendungan
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top