Survei Pilkada Kalbar: Karolin Margret Natasa Diprediksi Terjungkal

Oleh: MG Noviarizal Fernandez 06 Juni 2018 | 10:35 WIB
Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Karolin Margret Natasa (kiri) dan Suryadman Gidot (kanan) mengepalkan tangan saat deklarasi di Rumah Radakng, Pontianak, Kalbar, Rabu (10/1).ANTARA FOTO/Sheravim

Bisnis.com, JAKARTA - Pasangan Karolin Margret-Suryadman Gidot diperkirakan kalah bersaing dalam pemilihan kepala daerah Kalimantan Barat tahun ini.

Hal itu terekam dalam hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) pada 21 Mei hingga 2 Juni 2018. Menurut Direktur Eksekutif IDM Fahmi Hafel, Karolin yang merupakan putri Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, hanya memperoleh 16,1% pilihan responden dalam pertanyaan terbuka.

Sementara itu, pasangan calon Milton Crosby - Boyman Harun menempati posisi tertinggi dengan 44,1%, disusul Sutardmidji-Ria Norsan dengan 21,7%. Dia mengatakan, umumnya responden menilai Milton-Boyman punya rekam jejak lebih baik saat menjabat sebagai kepala daerah seperti pembangunan Bandara Internasional di Sintang dan pesatnya kemajuan ekonomi di Sintang dan Ketapang dibanding dengan dua pasangan lainnya.

“Selanjutnya, pertanyaan yang sama diberikan kepada para responden secara tertutup menggunakan kuesioner yang disertai simulasi kartu suara dan wawancara. Hasilnya pasangan Milton Crosby - Boyman Harun unggul. Mereka dipilih oleh 47,3% responden,” ujarnya, dalam rilis, Rabu (6/6/2018).

Responden beralasan pasangan ini akan memberikan rasa lebih aman, damai dan tentram di Kalimantan Barat jika terpilih dan masyarakat menganggap, pasangan ini merupakan paslon heterogen atau nasionailis yang mengambarkan kemajukan masyarakat Kalimantan Barat, dan Provinsi Kapuas Raya yang selama ini sangat diinginkan oleh masyarakat Kalbar akan cepat terealisasi.

Di belakang Milton-Boyman, pasangan Sutarmidji- Ria Norsan meraih 25,3% dan pasangan Karolin-Suryadman Gidot 19,2% serta yang mengaku belum memilih sebanyak 8,2%.

IDM, lanjutnya, juga menyurvei tingkat kemantapan responden setelah menentukan pilihan dengan mengunakan kuesioner berisi pertanyaan apakah akan tetap memilih sesuai pilihan yang tertulis di lembar kuesioner atau berubah pada saat pemilihan tanggal 27 Juni 2018.

Sebanyak 88,2% responden mengkau tidak akan mengubah pilihannya. Sementara sebanyak 11,8% masih akan berubah pilihan setelah mengetahui program-program pasangan calon kepala daerah dalam kampanye nanti.

Survei melibatkan 2.448 warga dari 3,4 juta warga Kalimantan Barat yang memiliki hak pilih dan terdaftar pada DPT Pilkada 2018. Sampel diipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi kota dengan margin of error kurang lebih 1,98% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer