Tips Pembayaran Zakat Fitrah

Wakil Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Zainulbahar Noor memberikan beberapa tips pembayaran zakat fitrah agar tidak salah dilakukan.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 06 Juni 2018 10:17 WIB
Umat muslim membayarkan zakat fitrah kepada panitia amil zakat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (9/6/2017). - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA -- Zakat adalah rukun Islam yang ketiga, di mana wajib hukumnya bagi umat muslim yang memiliki harta mencapai nisab untuk melakukannya.

Saat Ramadan, ada zakat fitrah yang harus dibayar. Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan atas diri setiap individu, lelaki dan perempuan muslim, yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan.

Pada prinsipnya, zakat fitrah harus dikeluarkan sebelum salat Idulfitri dilangsungkan. Hal tersebut guna membedakan waktu pembayaran zakat fitrah dengan zakat lainnya seperti zakat mal (zakat harta) dan sebagainya.

Besaran zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah sebesar satu sha’ yang nilainya sama dengan 2,5 kilogram beras, gandum, kurma, sagu, dan sebagainya.

Jika dikonversi ke rupiah, maka besarannya sekitar Rp25.000-Rp35.000, tergantung konsumsi beras yang Anda makan sehari-hari.

Ketentuan tersebut berdasarkan pada hadits sahih riwayat Imam Ahmad, Bukhari, Muslim dan Nasa’i dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah telah mewajibkan pembayaran zakat fitrah adalah sebesar satu sha’ kurma atau sha’ gandum kepada hamba sahaya, orang yang merdeka, laki-laki, perempuan, anak-anak, dan orang dewasa dari kaum muslim yang membutuhkan atau wajib dizakati.

Wakil Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Zainulbahar Noor memberikan beberapa tips pembayaran zakat fitrah agar tidak salah dilakukan.

"Yang pertama, pastinya bayarlah ke badan amil zakat yang sudah memperoleh izin dari pemerintah agar pendistribusiannya menjadi jelas dan guna membantu pembangunan nasional," ungkapnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (6/5/2018).

Kedua, jika Anda memiliki saudara atau kenal dengan orang yang masuk dalam delapan golongan penerima zakat dan Anda mau memberikannya secara langsung, maka itu tidak menjadi masalah atau diperbolehkan. Kedelapan golongan itu adalah fakir, miskin, amil, riqab, gharim, mualaf, orang-orang yang berjuang di jalan Allah, dan musafir.

Namun, lebih baik jika Anda membayarkannya ke badan amil zakat terpercaya sehingga jangkauan pendistribusian akan lebih luas.

"Misalnya, saya punya keluarga 50 orang yang pantas diberikan zakat, secara tradisional saya bisa langsung berikan zakat itu. Namun, jika konteksnya untuk membantu pembangunan nasional, Anda bisa berikan ke BAZNAS lalu infokan kepada petugas, daftar penerima zakat yang Anda ketahui. Namun, bentuk pemberian zakatnya nanti jadi berkelompok tidak secara individu, begitu perbedaannya," terang Zainulbahar.

Dia melanjutkan saat ini BAZNAS sudah memberikan banyak program agar pembayaran zakat menjadi mudah dan praktis. Salah satunya, pembayaran zakat secara digital yang bekerja sama dengan bank-bank pilihan di antaranya BCA, BRI, dan Bank Mandiri.

"Pakai e-money juga bisa," ungkap Zainulbahar.

Selain itu, BAZNAS juga sudah bekerja sama dengan berbagai e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Elevenia, Matahari.com, dan Shopee. Dengan demikian, pembayarannya menjadi lebih praktis dan mudah.

Tag : zakat, baznas
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top