Proyek Pelabuhan Probolinggo Dikebut

Oleh: Nurudin Abdullah 05 Juni 2018 | 16:54 WIB
Proyek Pelabuhan Probolinggo Dikebut
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI, Agum Gumelar, Dirut PT Wahyu Samudera Indah Daniel, Dirut PT Delta Artha Bahari Nusantara Ahmad Umar, Kasub Dinas Perhubungan Jatim Wahid Wahyudi dan KSOP Probolinggo Eko Winarno (dari kiri ke kanan) sesuai penandatangan MoU pembangunan Pelabuhan Probolinggo Jatim, Senin (4/6/2018)./JIBI-Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah tengah fokus membangun pelabuhan dan meningkatkan kinerjanya untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan pengangkutan barang, termasuk di Pelabuhan Probolinggo, Jawa Timur.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI Agum Gumelar mengatakan pembangunan Pelabuhan Probolinggo dikerjasamakan dengan PT Wahyu Samudera Indah, perusahaan yang berpengalaman membangun pelabuhan di Dubai.

“Pemerintah sekarang sedang gencar membangun infrastruktur,  pelabuhan dan termasuk tol laut. Karena infrastruktur kita jauh ketinggalan, termasuk di wilayah Asean,” katanya, Selasa (5/6/2018).

Menurutnya, di Indonesia masih banyak infrastruktur yang belum dibangun, dan banyak daerah yang terpencil, terisolir dan juga ada daerah surplus namun tidak bisa memasarkannya.

Karena itu, lanjutnya, pemerintahan Presiden Jokowi membangun infrastruktur untuk mengejar ketertinggalan dan agar mampu meningkatkan potensi ekonomi, yang total membutuhkan biaya besar mencapai sekitar Rp5.500-Rp6.000 triliun.

“Oleh karenanya diperlukan bantuan, dan dibacalah peta dunia. Negara-negara mana saja yang mampu membantu, pertama China (RRC) dan Jepang. Seluruh negara Asean itu orientasinya juga ke China. Jadi itu tidak salah,” tegasnya

Sementara itu Direktur Pengembangan dan Usaha Pelabuhan Probolinggo Kemal Heryandri mengatakan pembangunan Pelabuhan Probolinggo dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui APBN Kementerian Perhubungan, dan pemerintah daerah melalui APBD Pemprov Jawa Timur (Jatim).

Untuk itu, lanjutnya, Pemprov Jatim sejak 2008 telah mengalokasikan dana APBD sebesar Rp300 miliar untuk membangun infrastruktur Pelabuhan Probolinggo, seperti reklamasi, trestle, dermaga, gudang, lapangan penumpukan dan gedung kantor. 

“Adapun total luas lahan Pelabuhan Probolinggo adalah 23,12 hektar, dimana seluas 20,4 hektar berupa lahan hasil reklamasi,” ujarnya. 

Dia menjelaskan Pelabuhan Probolinggo dapat mengurangi kepadatan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sehingga menekan biaya transportasi hingga 32% di wilayah Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Bondowoso dan sekitarnya

Sedangkan total volume bongkar muat di Pelabuhan Propolinggo pada 2016 sebesar 432.578 ton, yang tercatat pada Juli 2017 meningkat 80.70% menjadi 781.706 ton.

“Dengan jumlah kedatangan kapal (ship call) sebanyak 300 unit pada 2016 dan meningkat menjadi 362 pada 2017 atau mengalami pertumbuhan peningkatan sebesar 20,67%,” tegasnya. 

Kemal dalam siaran persnya menyatakan PT Wahyu Samudara Indah dan Pemprov Jatim telah menandatangani memorandum of understanding kerja sama pembangunan Pelabuhan Probolinggo, dalam acara buka puasa bersama di kediaman mantan Menteri Perhubungan Agum Gumelar, kemarin. 

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya