Pertamina Justru Fokus Jualan Pertamax & Pertadex

Oleh: Surya Rianto 30 Mei 2018 | 16:52 WIB
Pertamina Justru Fokus Jualan Pertamax & Pertadex
Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta, Senin (9/4/2018)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Pertamina bakal fokus menyiapkan Pertamax dan Pertadex pada titik mobile dispenser di sepanjang jalan tol. Secara historis peminat kedua produk itu sangat tinggi ketika periode mudik dan arus balik Idulfitri.

Sales Executive Rayon IV Pertamina Fachrizal Imaduddin mengatakan, permintaan BBM periode mudik dan arus balik Idulfitri terjadi perpindahan permintaan dari SPBU ke rest area dan kios BBM di area jalan tol. Lalu, melihat permintaan secara historis, produk Pertamax dan Pertadex menjadi yang paling laris sehingga perseroan fokus menyediakan kedua produk tersebut.

"Kami pun menyediakan 23 titik untuk kios BBM dengan dispenser mobile. Kapasitas dispenser mobile sebesar 16.000 liter, tetapi ketersediaan pasokan terus terjaga karena ada mobil tanki yang standby menyiapkan pasokan dan on call  kalau ada kebutuhan tambahan," ujarnya, Rabu (30/5).

Permintaan BBM di kios area jalan tol dan titik-titik lainnya pada periode mudik dan arus balik Idulfitri 65.000 liter per hari.

Jumlah itu melebihi permintaan BBM SPBU pada kondisi normal yang sebesar 60.000 liter per hari.

Periode Satgas BBM Pertamina bakal dimulai sejak 6 Juni 2018 sampai 5 Juli 2018.

Selain itu, Pertamina juga menerapkan sistem pembayaran kelipatan Rp50.000 di Kios BBM dengan alasan untuk mengurangi antrean pembelian.

Fachrizal mengatakan, pada tahun ini, pihaknya tidak membatasi pembelian BBM di kios. Berbeda dengan tahun lalu yang ada pembatasan pembelian BBM.

"Nah, kami menerapkan pembelian dengan kelipatan Rp50.000, agar meredam antrean. Jadi, enggak usah ada kasih kembalian," ujarnya.

Namun, pada produk kemasan yang dijual dengan motor cenderung terbatas karena satu motor hanya membawa 30 liter. Produknya pun campur antara Pertamax dan Pertadex.

Pada periode mudik dan arus balik Idulfitri tahun ini, Pertamina menyiapkan 200 motor yang digunakan untuk menjajakan BBM di tengah kemacetan.

Lalu, Pertamina juga bekerja sama dengan tiga bank pelat merah yakni, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. untuk pembayaran dengan nontunai seperti debit maupun uang elektronik.

Fachrizal mengatakan, ketiga bank itu sudah berkomitmen untuk menempatkan electronic data capture (EDC) di kios-kios BBM Pertamina. Jadi, pelanggan bisa bertransaksi secara nontunai dan bisa meredam antrean.

"Selain itu, pemudik juga bisa sekalian melakukan isi ulang uang elektronik di kios-kios BBM untuk persiapan bayar tol atau bayar BBM selanjutnya.”

Editor: Sepudin Zuhri

Berita Terkini Lainnya