PEMBEBASAN LAHAN BENDUNGAN : LMAN Kembalikan Rp588,78 Miliar Dana Talangan

Oleh: Yanita Petriella 30 Mei 2018 | 02:00 WIB
Bendungan Lolak di Sulawesi Utara dengan posisi progres pembangunannya mencapai 46% pada Rabu (15/11/2017)./Istimewa-Kementerian PUPR

JAKARTA — Lembaga Manajemen Aset Negara telah mengembalikan dana talangan pembebasan lahan bendungan senilai Rp588,78 miliar.

Direktur Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Rahayu Puspasari mengatakan bahwa hingga 18 Mei 2018, dana tagihan yang masuk senilai Rp607,01 miliar.

"Yang sudah dikembalikan itu Rp588,78 miliar baik secara langsung maupun dana talangan oleh kontraktor," ujarnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Realisasi pembayaran dana talangan tersebut dialokasikan untuk 1.014 bidang atau sebesar 97% dari total tagihan yang masuk ke LMAN senilai Rp607,01 miliar.

Rahayu memerinci bahwa terdapat tiga bendungan yang dana talangannya telah dibayarkan yakni Sukamahi dengan pembayaran secara langsung untuk 39 bidang dan sudah lunas 100% senilai Rp15,90 miliar.

"Bendungan Sukamahi juga ada skema talangan untuk 174 bidang, persentase pembayaran 92,75% atau Rp74,20 miliar dari Rp80 miliar."

Lalu, Bendungan Ciawi dengan skema talangan untuk 123 bidang senilai Rp139,76 miliar sudah 100% lunas.

"Bendungan Ciawi juga ada secara langsung untuk 25 bidang. Baru 98,76% atau Rp66,07 miliar dari yang ditagihkan Rp66,9 miliar. Saat ini perbaikan berkas oleh BPN," katanya.

Pihaknya juga telah membayarkan dana talangan pembebasan lahan Bendungan Rukoh dengan skema langsung untuk 61 bidang dan saat ini sudah dibayarkan Rp3,29 miliar atau 92,24% dari total yang ditagihkan Rp3,57 miliar.

"Untuk bendungan Pidekso dan Gongseng belum kami cairkan dimana yang ditagihkan Rp289,5 miliar untuk Pidekso dan Rp11,3 miliar untuk bendungan Gongseng. Masih menunggu LHV [laporan hasil verifikasi] BPKP pusat," tutur Rahayu.

Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Imam Santoso menuturkan tahun ini, untuk pembebasan lahan bendungan dianggarkan senilai Rp3,25 triliun.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk membebaskan 33 bendungan dengan perincian 22 bendungan pembayaran lanjutan dari dana 2017 dan 11 bendungan baru pada tahun ini.

"Yang sekarang Rp3,25 triliun itu dibayarkan langsung bukan dana talangan karena DIPA [daftar isian pelaksanaan anggaran]-nya sudah keluar. Kalau tahun lalu Rp2,30 triliun itu talangan dan langsung karena DIPA belum keluar," tuturnya.

Nantinya, anggaran lahan bendungan tersebut langsung dibayarkan dari LMAN langsung ke masyarakat tanpa melalui penyedia jasa.

Dari appraisal Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) langsung dapat diajukan kepada LMAN dan segera dicairkan.

"Kalau tahun lalu ada MoU [memorandum of understanding] LMAN dengan penyedia jasa, tahun ini tidak ada MoU karena langsung LMAN kepada masyarakat," tutur Imam. (Yanita Petriella)

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer