Tiga Pelabuhan Pelindo III Tumbuh Pesat, Kalimantan Mencengangkan

Oleh: Peni Widarti 28 Mei 2018 | 20:37 WIB
Kegiatan bongkar muat kontainer di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (19/3)./Antara-Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III mencatatkan arus barang melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Banjarmasin mengalami pertumbuhan yang signifikan pada kuartal I/2018.

CEO Pelindo III, Ari Askhara mengatakan meningkatnya arus barang ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan rantai pasokan yang terjadi di Jawa Timur.

"Di Tanjung Perak sendiri petumbuhan arus baranynya meningkat 39% pada kuartal I/2018 dibandingkan periode sama tahun lalu," katanya saat Buka Bersama Pelindo III, Senin (28/5/2018).

Adapun Pelabuhan Tanjung Perak sepanjang kuartal I/2018 mencatatkan ada 3.297 unit kapal atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 2.375 unit. Dam satuan gros ton, arus barang melonjak 56% atau dari 16,9 juta gross tonnage pada 2017 menjadi 26,5 juta gross tonnage.

Arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya meningkat dari 126.693 boks atau setara 140.361 TEUs menjadi 138.603 boks atau setara 152.769 TEUs pada 2018 atau tumbuh 9%.

"Arus pengiriman hewan juga meningkat dari 1.982 ekor pada 2017 menjadi 2.699 ekor atau meningkat 36%," imbuh Ari.

Sementara di Pelabuhan Tanjung Emas pada kuartal I/2018 mengalami peningkatan 8% dari 5,7 juta gross tonnage menjadi 6,1 juta gross tonnage.

"Capaian 6,1 juta gros ton ini melebihi target awal kita yang hanya 6 juta gros ton. Ini karena pelabuhan di Semarang banyak disokong oleh tren penggunaan kapal berukuran besar," ujar CEO Pelindo III Regional Jawa Tengah, Ardhy Wahyu Basuki.

CEO Pelindo III Regional Kalimantan, Recky Julius mengatakan, Pelabuhan Banjarmasin pada periode yang sama mencatatkan ada 6.721 unit kapal atau melebihi target semula yang hanya 3.587 unit.

"Capaian kinerja yang signifikan ini juga terlihat dari satuan bobot kapal. Dari target 11,5 juta gross tonnage, terealisasi 13,6 juta gross tonnage atau tercapai hingga 118%," imbuhnya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya