PARKIR ELEKTRONIK: Pemkab Tabanan dan 4 Bank Kerja Sama

Oleh: Feri Kristianto 25 Mei 2018 | 12:13 WIB
Deputi Direktur Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Teguh Setiadi (tengah), Kadishub Tabanan Made Agus Hartawiguna (dua dari kiri) saat penandatangan kerja sama di Denpasar./.Bisnis-Feri Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR— Pemkab Tabanan dan empat bank sepakat bekerja sama untuk penggunaan uang elektronik sebagai alat pembayaran dalam sistem terminal parkir elektronik yang akan diberlakukan di daerah tersebut.

Kadis Perhubungan Tabanan Made Agus Hartawiguna mengatakan kesepakatan ini akan memudahkan masyarakat saat bertransaksi parkir elektronik karena satu mesin bisa digunakan sebagai pembayaran berbagai uang elektronik.

“Ini akan berikan waktu cukup dan pemahaman bagi masyarakat. Mudah-mudahan sebulan beri pemahaman kepada masyarakat sehingga program berjalan,” jelasnya usai penandatanganan kerja sama di Denpasar, Jumat (25/5/2018).

Tabanan rencananya akan mulai menerapkan parkir elektronik di empat ruas, yakni Jalan Gajahmada, Jalan Melati, Jalan Gunung Batur dan Tamrin. Program ini akan diluncurkan pada akhir Juni 2018. Ada 15 titik di empat ruas jalan tersebut dipasangi mesin pembayaran parkir elektronik.

Dia menjelaskan dengan adanya kesepakatan bersama empat bank, yakni Mandiri, BNI, BRI, dan BCA, maka integrasi akan mulai dilakukan. Menurutnya, penyediaan alat baca oleh perbankan akan membantu mempermudah proses pembayaran parkir. Lebih lanjut dijelaskan bahwa berjalannya sistem parkir elektronik diyakini dapat mengurang terjadinya celah kebocoran PAD dari sektor perparkiran.

“Saya tidak memungkiri ada petugas nakal dan masyarakat membantu petugas seperti tidak ambil karcis. Kami mencoba memutus hal itu terjadi dengan optimalisasi parkir. Sekarang PAD dari parkir sekitar Rp2,5 miliar per tahun, nanti kalau ini berjalan kami optimistis bisa naik 100% dari parkir,” tuturnya.

Menurutnya, sistem parkir elektronik tidak akan menghilangkan petugas parkir. Pada tahap awal, pihaknya tetap melibatkan petugas parkir untuk mengarahkan masyarakat yang parkir menuju mesin pembayaran elektronik. Karena sistem ini masih baru, keberadaan petugas parkir akan sangat membantu masyarakat yang dipastikan kebingungan pada masa awal.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa keberadaan parkir elektronik ini akan membantu mengurai persoalan lalu lintas di Kota Tabanan. Terbatasnya ruang parkir dan tata kota yang tidak signifikan dikembangkan membutuhkan pengendalian. Masyarakat juga harus mulai dibiasakan taat parkir dan tidak sembarangan menempatkan kendaraan mereka.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Bali Teguh Setiadi mengatakan penandatangan kerja sama ini ini merupakan wujud sinergi antara Pemkab Tabanan dengan perbankan dan Bank Indonesia selaku otoritas sistem pembayaran. BI Bali mendukung komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk melakukan elektronifikasi pembayaran guna menciptakan efisiensi dan accountability.

“Penandatanganan Perjanjian Kerjasama di pagi hari ini kami yakini akan semakin memperkuat momentum peningkatan efisiensi layanan publik melalui penerapan pembayaran secara non tunai. Hal ini sedang terus kami upayakan pada daerah dan sektor lain,” jelasnya.

Menurutnya, kemitraan strategis yang dibangun antara Pemkab Tabanan, Bank Indonesia dan perbankan akan membawa manfaat yang begitu besar, baik bagi masyarakat pengguna parkir di Kabupaten Tabanan maupun instansi atau entitas lain. Beberapa manfaat utama diharapkan adalah peningkatan akuntabilitas serta keamanan transaksi, peningkatan kualitas data parkir dan peningkatan kualitas layanan parkir.

 

Editor: Linda Teti Silitonga

Berita Terkini Lainnya