Lebaran, Kebutuhan Uang Tunai Di Jatim Rp15,1 Triliun

Oleh: Peni Widarti 24 Mei 2018 | 14:16 WIB
Lebaran, Kebutuhan Uang Tunai Di Jatim Rp15,1 Triliun
Petugas melayani penukaran uang baru dengan menggunakan mobil keliling di halaman GOR Lembupeteng, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (6/6)./Antara-Destyan Sujarwoko

Bisnis.com, SURABAYA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur menyiapkan penukaran uang untuk memenuhu kebutuhan uang tunai yang diperkirakan mencapai Rp15,1 triliun pada momen Lebaran tahun ini.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, Yudi Harymukti mengatakan kebutuhan uang tunai untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun ini diperkirakan meningkat 15,3% dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar Rp13,1 triliun.

"Meningkatnya kebutuhan uang tunai ini karena merupakan dampak dari libur Lebaran yang lebih panjang, disamping itu ada peningkatan transaksi di masyarakat," ujarnya dalam rilis, Kamis (24/5/2018).

Untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai tersebut, BI Jatim bekerja sama dengan 66 perbankan untuk membuka layanan penukaran uang di lebih dari 300 outlet bank yang memasang spanduk layanan penukaran uang.

"Layanan ini akan berlangsung setiap Selasa sampai Kamis pada (22 Mei - 7 Juni 2018)," imbuh Yudi.

Selain melalui outlet bank, penukaran uang bisa dilakukan di sejumlah tempat yang digelar oleh 12 bank di wilayah Surabaya salah satunya di lapangan Makodam Brawijaya V Surabaya (24 dan 30 Mei serta 5 -7 Juni 2018) pada pukul 09.00- 11.30 WIB.

Jumlah maksimal penukar setiap hari adalah 1300 orang, dengan maksimal yang daoat ditukarkan per orang Rp3,7 juta dengan pecahan mulai Rp2.000 hingga Rp20.000.

Yudi menambahkan, selain itu BI juga punya program 'Layanan Gerak Perbankan' di mana masyarakat dapat menukarkan uang di 12 rest area jalan tol, yaitu tol Surabaya-Mojokerto, Ngawi-Kertosono, Mojokerto-Jombang dan Surabaya-Gempol setiap Selasa dan Kamis mulai (8 Mei -30 Juni 2018).

"Penukaran dilakukan dengan membawa Kartu Tanda Pengenal (KTP)," imbuhnya.

BI mengimbau agar masyarakat tidak menukarkan uang di tempat yang tidak resmi untuk menghindari uang palsu, serta selalu memeriksa uang dengan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang), serta tidak merusak uang dengan cara melipat, mencoret, membasahi, dan meremas).

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya