PLN Listriki 88 Desa di Hutan NTT

Oleh: Newswire 21 Mei 2018 | 17:31 WIB
Ilustrasi perawatan jaringan listrik./JIBI-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, KUPANG – Manajer Teknik PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur I Putu Sudarsa mengatakan pihaknya terus berupaya melistriki 88 desa di provinsi itu yang berada dalam kawasan hutan.

"Kami terus berupaya melistriki sebanyak 88 desa di kawasan hutan ini. Urusan administrasi masih berproses di pemerintah provinsi maupun kementerian terkait," kata I Putu Sudarsa di Kupang, NTT, Senin (21/5/2018).

Dia menjelaskan upaya melistriki desa-desa di kawasan hutan yang tersebar di berbagai kabupaten setempat masih menunggu penyelesaian administrasi di pemerintah provinsi.

Pihak PLN telah berkoordinasi dan masih menunggu jawaban pemerintah provinsi yang berwenang terkait pemanfaatan kawasan hutan untuk pembangunan kelistrikan bagi puluhan desa itu.

Selain itu, ujarnya, terdapat sekitar 10 desa berada dalam kawasan hutan konservasi yang proses administrasinya cukup panjang ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Termasuk pemanfaatan potensi energi terbarukan seperti panas bumi dan minihydro yang masuk di kawasan hutan, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk proses pinjam pakai di KLHK," lanjut Sudarsa.

Dia menjelaskan rasio desa berlistrik di provinsi berbasiskan kepulauan itu tercatat mencapai 67,86 persen hingga April 2018.

Sebagian wilayah, ucapnya, memiliki rasio desa berlistrik masih di bawah 50 persen seperti wilayah Manggarai, Ngada, Timor Tengah Selatan, Sabu Raijua, dan di Pulau Sumba.

Dia mengutarakan PLN NTT diberikan target dari pemerintah pusat untuk melistriki sebanyak 1.200 desa hingga akhir tahun ini.

Sudarsa mengakui target tersebut masih belum tercapai sesuai dengan road map, seperti target melistriki 631 desa pada 2017 yang baru terealisasi 132 desa. Sementara itu, untuk 2018, PLN NTT ditargetkan melistriki 568 desa.

Menurutnya, urusan administrasi yang panjang maupun teknis di lapangan seperti penolakan warga turut menjadi kendala lambatnya pencapaian target melistriki desa-desa di daerah itu.

"Tapi meskipun dengan sumber daya yang terbatas kami tetap terus mengerjakannya di lapangan untuk pencapaian target 100 persen desa berlistrik di NTT," kata Sudarsa.

Sumber : Antara

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer