Keracunan Massal di Pamekasan, Korban Meninggal Bertambah

Oleh: Newswire 21 Mei 2018 | 06:19 WIB
Keracunan Massal di Pamekasan, Korban Meninggal Bertambah
Ilustrasi - Anak-anak korban keracunan makanan/Antara

Bisnis.com, PAMEKASAN - Korban meninggal dunia akibat keracunan massal di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur yang terjadi pada 12 Mei 2018, kini bertambah dari sebelumnya satu orang menjadi dua orang.

Korban keracunan kedua yang meninggal dunia hingga Senin pagi, bernama Marsun (40), warga Dusun Betes Barat, Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan.

Sebelumnya, satu korban meninggal dunia bernama Muati (55), asal Dusun Sokon, dari desa dan kecamatan yang sama.

"Sampai saat ini belum ada langkah penanganan dari instansi terkait, baik dari Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan atau pun dari Polres Pamekasan meski korban meninggal dunia sudah mencapai dua orang," kata keluarga korban Agus Salim, di Pamekasan.

Kedua korban keracunan massal ini meninggal dunia di RSUD Dr Slamet Martodirjo Pamekasan, dan tergolong paling parah di antara ratusan orang yang mengalami keracunan massal kala itu.

Kasus keracunan massal di Pamekasan itu terjadi pada sebuah acara imtihan di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Nurul Jadid, Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Batumarmar, Sabtu (12/5/2018).

Tercatat sebanyak 318 orang mengalami keracunan massal kala itu, setelah makan nasi bungkus yang diberikan panitia pada acara imtihan tersebut.

Kasus keracunan massal ini membuat Dinas Kesehatan Pamekasan, menetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Penetapan status KLB itu dilakukan karena kasus tersebut membutuhkan penanganan khusus dengan jumlah korban yang tidak sedikit, yakni mencapai 318 orang.

Warga yang menjadi korban keracunan massal akibat makanan nasi bungkus yang diberikan panitia kepada para undangan itu, dari berbagai kelompok usia, yakni balita, remaja, pemuda, dan orang tua.

Awalnya, jumlah korban keracunan hanya sebanyak 150 orang, tetapi hingga Minggu (13/5/2018) malam sekitar pukul 23.00 WIB, korban keracunan sudah tercatat mencapai 318 orang.

Sebanyak 250 orang dirawat di RSUD Waru, Pamekasan, sedangkan sisanya di tiga puskesmas berbeda di wilayah utara Pamekasan, yakni Waru, Pasean, dan Puskesmas Batumarmar, Pamekasan.

Para pasien terpaksa banyak yang dirawat di lorong-lorong rumah sakit, karena daya tampung tidak mencukupi. Sedangkan, pasien yang tergolong parah dirujuk ke RSUD Dr Slamet Martodirjo, Pamekasan, termasuk pasien yang meninggal dunia, Jumat (18/5/2018) pagi, yakni Muati.

Kepala Dinkes Pamekasan Ismail Bey menyatakan, pihaknya belum melakukan tindakan apa pun karena masih menunggu hasil uji lab dari Surabaya.

Sumber : Antara

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya