Permintaan Perhiasan Emas Naik 200% Menjelang Hari Raya

Oleh: Ema Sukarelawanto 20 Mei 2018 | 10:47 WIB
Suasana salah satu toko perhiasan di Denpasar, Sabtu (19/5/2018)./Bisnis-Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, DENPASAR—Permintaan pasar terhadap perhiasan emas diperkirakan naik dua kali lipat lebih menjelang Hari Raya Galungan dan Idulfitri dibandingkan hari biasa.

Pemilik Toko Emas Melati Denpasar Joscelind Saputro mengatakan mengantisipasinya dengan stok yang cukup dan desain terbaru yang sedang ngetren.

“Kami dipasok 7 pabrik logam mulia terkemuka yang menyediakan variasi mode dan desain terkini yang diminati konsumen,” katanya saat peresmian toko ketiga Melati, Sabtu (20/5/2018) malam.

Menurut Joscelind kebetulan saat ini di Bali sedang menyongosong Hari Raya Galungan yang jatuh pada 30 Mei dan disusul Idulfitri 15-16 Juni, jadi permintaan memang cukup tinggi.

Kata dia, Toko Emas Melati yang berdiri sejak 1983 telah menjadi bagian dari gaya hidup warga Bali. Ia bersama dua saudaranya melanjutkan pendiri usaha yakni orang tuanya yang meletakkan dasar tentang kualitas, kejujuran, dan pelayanan terbaik.

Ia menyebut berupaya mempertahankan kepercayaan pelanggan yang mencari perhiasan dengan pilihan desain memikat dan keaslian yang tidak diragukan lagi. Toko Emas Melati yang berkonsep modern dan mewah dengan galeri dan etalase yang besar memudahkan pelanggan untuk mengakses dan berkonsultasi dengan wiraniaga.

“Kami juga selalu mengikuti perkembangan tren perhiasan dengan mengikuti berbagai pameran di dalam dan luar negeri serta berinteraksi dengan pelanggan melalui media sosial,” ujarnya.

Miss Indonesia 2018 Alya Nurshabrina yang hadir dalam acara itu mengatakan perhiasan emas sampai kapan pun akan menjadi dambaan perepuan karena selain mempercantik, juga berfungsi sebagai investasi.

Kehadiran Alya merupakan bagian dari kampanye ‘Confident in Gold’ dari PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) yang merupakan sponsor resmi mahkota emas Miss Indonesia dan perhiasan emas yang dikenakan pada ajang Miss World nanti.

Direktur Kreatif PT UBS Erwin Suganda mengatakan selama 37 tahun memproduksi berbagai desain perhiasan emas dan logam mulia selalu melakukan inovasi produk dan mengembangkan emas hitam dan kemerahan.

Ia menyebut memadukan mode dan teknologi sehingga tercipta cincin lipat yang bisa menampilkan tiga warna berbeda atau cincin kupu-kupu atau capung yang bisa bergerak.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer