Wisata Penuh Warna Dam Jati Magetan

Oleh: Abdul Jalil/JIBI 20 Mei 2018 | 10:54 WIB
Pengunjung menikmati kawasan wisata Dam Jati Desa Goranggareng, Kecamatan Nguntoronadi, Magetan, Minggu (13/5/2018).

Bisnis.com, MAGETAN—Salah satu tempat wisata yang sedang hits dan lokasinya instagramable di Kabupaten Magetan yaitu wisata Dam Jati di Desa Goranggareng, Kecamatan Nguntoronadi.

Sebenarnya lokasi wisata Dam Jati ini sangat sederhana, yaitu hanya menjual dam atau bendungan sungai peninggalan Belanda. Kemudian bendungan itu dicat dengan berbagai warna yang cerah. Sehingga terlihat mencolok dan menarik untuk dijadikan obyek foto.

Nampaknya, kegandrungan era milenial yang sangat menyukai spot-spot instagramable ini yang ditangkap menjadi peluang bisnis untuk mengelola dam atau bendungan menjadi lebih menarik.

Tak perlu lama-lama, dalam sekejap Dam Jati yang sebelumnya hanya seonggok bangunan dan terkesan angker kini bersolek menjadi bendungan yang indah. Dam yang dulunya tidak layak dikunjungi, kini menjelma menjadi lokasi wisata alternatif yang layak disinggahi.

Lokasi yang paling favorit untuk berfoto yaitu pada bagian bangunan bendungan yang dicat warna warni. Pengunjung juga bisa naik ke bukit hutan jati yang berada persis di samping bendungan.

Di bukit ini, pengunjung bisa leluasa melihat debit air yang mengalir di Sungai Nguntoronadi dan aliran air yang melalui Dam Jati. Selain itu, di bukit ini menjadi tempat untuk sejenak menepi dari teriknya matahari dan melepas lelah. Ada belasan kursi yang disediakan pengelola.

Booth foto pun disediakan di bukit hutan jati ini. Sehingga pengunjung yang masih haus akan foto bisa melanjutkan hobinya di lokasi ini. Yang perlu diingat, karena bukit ini berada tepat di bibir sungai sehingga perlu lebih waspada.

Apalagi saat mebawa anak-anak. Meskipun di lokasi ini sudah dipasangi kawat pembatas dan berbagai peringatan untuk tidak mendekati jurang.

Selain menjadi lokasi yang cocok untuk berburu foto, lokasi wisata ini juga cocok sebagai tempat wisata keluarga. Ada beberapa titik di lokasi ini yang bisa digunakan bercengkerama dengan keluarga dengan konsep lesehan.

Meski menawarkan panorama dan obyek foto yang menawan, pengelola tidak menarik uang tiket masuk. Namun, pengunjung hanya ditarik uang parkir. Setiap sepeda motor yaitu Rp3.000 dan mobil Rp5.000. Sangat murah bukan?

Seorang pengelola wisata Dam Jati, Yanto, mengatakan wisata Dam Jati ini baru dibuka sebagai tempat wisata sejak lima bulan lalu. Sebelum menjadi tempat wisata, Dam Jati ini hanya berfungsi sebagai bendungan dan irigasi saja. Namun, setelah bendungan diperbaiki dan dicat akhirnya dam itu menjadi lokasi wisata.

Ide pengelolaan Dam Jati ini sebagai wisata merupakan buah pikiran dari pemuda kampaung setempat yang melihat potensi itu. Ide tersebut selanjutnya direalisasikan dengan dana patungan dari warga. Setelah layak dikunjungi, pemuda setempat pun mengunggahnya ke berbagai sosial media sebagai media promosi.

Bak gayung bersambut, promosi yang dilakukan pemuda itu pun menarik perhatian kawula muda. Hingga akhirnya ratusan orang setiap pekan berbondong-bondong ke Dam Jati untuk berwisata.

"Paling ramai saat akhir pekan dan libur nasional. Biasanya parkiran sampai penuh. Kalau jumlah pengunjung ga dihitung. Soalnya ga ada tiket masuk, hanya parkir saja," jelas dia saat berbincang dengan Madiunpos.com.

Dia menuturkan setiap hari Minggu, pengelola rutin menggelar hiburan seperti senam maupun dangdut. Ini menjadi salah satu cara untuk menarik wisatawan datang ke Dam Jati.

Yanto beserta pemuda setempat berharap bisa terus mengelola dan memperbaiki lokasi wisata sehingga lebih memberikan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan. Selain itu juga bisa mengembangkan ekonomi kreatif di Desa Goranggareng.

Sumber : Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer