Bapenda Bali Layani Pajak Kendaraan dari Rumah ke Rumah

Oleh: Ema Sukarelawanto 17 Mei 2018 | 16:00 WIB
Ilustrasi pajak kendaraan/Beritajakarta.com

Bisnis.com, DENPASAR--Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali membuat terobosan untuk mempermudah warga membayar pajak kendaraan bermotor yang dilakukan dari rumah ke rumah.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali I Made Santha mengatakan pembayaran pajak kendaraan bermotor ‘door to door’ ini dinamakan ‘Samsat Kancil’, menyusul berbagai inovasi layanan sebelumnya seperti gerai samsat, samsat pembantu, samsat link, dan samsat mobile.

“Kami berencana meluncurkan layanan ‘Samsat Kancil’ pada Agustus mendatang,” katanya, Kamis (17/5/2018).

Menurut Santha layanan ini akan melengkapi samsat mobile yang hanya sampai di desa, sedangkan ‘Samsat Kancil’ jangkauannya bisa sampai ke banjar-banjar. Para petugas akan melayani pembayaran pajak hingga ke rumah-rumah warga.

Layanan ini dinamakan ‘Samsat Kancil’ karena sesuai karakter hewan kancil yang lincah dan pintar. Para petugas diharapkan lincah mencapai rumah-rumah warga, dan para wajib pajak tidak ada alasan lagi lupa atau tak sempat membayar kewajiban.

Kata Santha terobosan ini merupakan optimalisasi pelayanan yang memudahkan warga membayar kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor.

"Kami telah siapkan perangkat dan sistem prosedur operasionalnya termasuk pengadaan kendaraan yang didesain khusus agar Agustus sudah bisa beroperasi,” tuturnya.

Santha mengatakan sudah mulai melakukan pendataan detail sehingga potensi pajak aktif dan pasif semakin diketahui. Dengan demikian diharapkan bisa mengurai pelayanan publik dengan segera. Program 'Si Kancil', lanjut Santha, adalah program pertama dan satu-satunya di Indonesia.

"Layanan ini saya yakini yang pertama di Indonesia ini makan memiliki 16 unit yang tersebar di kabupaten/kota di Bali. ‘Samsat Kancil’ melayani dari rumah ke rumah oleh petugas pajak dengan menggunakan sepeda motor,” katanya.

Seperti diketahui, pertumbuhan suatu daerah atau laju pembangunan tentu tidak bisa dipungkiri dipengaruhi aspek pendapatan daerah. Pendapatan suatu daerah khususnya Bali hampir 79% pendapatan asli daerah (PAD) bersumber dari pajak kendaraan bermotor.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer