MUDIK LEBARAN : Diskon Tarif Tol Masih Dibahas

Oleh: Yanita Petriella 17 Mei 2018 | 02:00 WIB
MUDIK LEBARAN : Diskon Tarif Tol Masih Dibahas
Kendaraan antre di gerbang tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/6). Memasuki H+4 Lebaran, arus balik dari Jawa Tengah menuju Jakarta masih terpantau padat dan puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+5 dan H+6./Antara-Dedhez Anggara

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama dengan badan usaha jalan tol masih membahas rencana pemberian diskon tarif tol selama arus mudik dan balik Lebaran.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa rencana tersebut saat ini masih dalam proses pembahasan dan penyepakatan bersama dengan badan usaha.

Nantinya, semua ruas tol akan diberi diskon oleh badan usaha baik jalan tol dalam kota maupun Trans-Jawa dan non-Trans-Jawa.

"Insyaallah semua tol, itu sepakati baru kami keluarkan SK [surat keputusan] menterinya. Mereka [badan usaha] butuh tanggung jawab ke pemegang saham," ujarnya, Rabu (16/5).

Untuk besaran potongan tarif tol tersebut, masih dilakukan pembahasan di internal badan usaha.

"Jasa Marga secara umum diskon 10%, misalnya. Minggu ini kami bahas," katanya.

Kendati demikian, pemerintah menjamin kendaraan di jalan tol tidak terlalu padat karena adanya diskon tarif ini.

PUPR bersama dengan Korlantas Polri dan Kemenhub akan mengatur manajemen lalu lintas kendaraan agar tak mengumpul di ruas tol.

"Kemarin ada pertemuan dengan Menhub dan Korlantas, saya tanya itu BUJT pengen diskon, tapi takut macet. Enggak apa-apa, itu pilihan masuk tol atau tidak, entar diatur dengan traffic management. Tahun ini lebih banyak gate keluarnya," tutur Basuki.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti Kris Ade Sudiyono mengatakan bahwa perusahaan tengah menunggu keputusan pihak Astra Infra Toll Road terkait dengan pemberian diskon tarif selama mudik Lebaran.

"Kami masih menunggu arahan," ujarnya.

Saat ini, masih didiskusikan berbagai masukan termasuk dari Kementrian Perhubungan yang menghendaki adanya distribusi arus mudik bukan hanya di jalan tol, melainkan juga mengalir di jalan arteri nasional.

"Dikawatirkan adanya insentif di jalan tol akan kontraproduktif dan malah menarik semua pemudik hanya menggunakan jalan tol yang akan menyebabkan penumpukan kemacetan di jalan tol," ucapnya.

Tahun lalu, lalu lintas kendaraan mudik yang melewati ruas tol Tangerang—Merak yang dikelola PT Marga Mandalasakti mengalami peningkatan kendaraan sebesar 7,30%.

"Kendaraan puncaknya pada hari H-3 [sebanyak] 162.000 kendaraan per hari, tahun ini diperkirakan akan meningkat 5,70%," katanya.

Kris menambahkan bahwa saat ini untuk mendukung kapasitas jalur kendaraan, perusahaan menambah lajur keempat di ruas Cikupa—Balaraja Barat. Nantinya juga ditambah lajur ketiga ruas Balaraja Barat—Cilegon.

"Nanti mudik Lebaran H-10, keluar Jakarta arah Banten—Sumatra, bisa menggunakan Tangerang—Merak lebih leluasa. Sebelum Lebaran bisa difungsionalkan," tutur Kris. (Yanita Petriella)

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya