PERSIAPAN LEBARAN 2018 : Konsumsi BBM Bakal Naik

Oleh: Surya Rianto 17 Mei 2018 | 02:00 WIB
Ilustrasi - Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta, Senin (9/4/2018)./JIBI-Dwi Prasetya

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) memerkirakan konsumsi BBM jenis bensin bakal naik 15,17% pada Idulfitri 2018 menjadi 103.777 kiloliter per hari dibandingkan dengan konsumsi normal.

Untuk memenuhinya, perseroan bakal melakukan impor BBM untuk Premium.

Direktur Supply Chain, Logistik, dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo mengatakan, perseroan melihat adanya potensi kenaikan jumlah pengendara mudik seiring dengan sudah terhubungnya jalan tol Jakarta—Surabaya.

Pertamina juga bakal memperpanjang masa satgas Idulfitri menjadi 3 minggu sebelum hari H sampai 3 minggu setelah hari H. Ini lebih lama dibandingkan dengan Idulfitri sebelumnya yang selama 2 minggu sebelum hari H sampai 2 minggu setelah hari H.

“Kami pun bakal berkomitmen untuk tetap menyiapkan kebutuhan Premium dan Solar selama Idulfitri sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam jumpa pers, Rabu (16/5).

Adapun, perkiraan kenaikan konsumsi bensin pada Idulfitri tahun ini menjadi yang terbesar dibandingkan dengan 5 tahun terakhir. Pada 2017, kenaikan konsumsi bensin sebesar 9,11% dari kondisi normal.

Pertamina pun telah menyiapkan pasokan BBM itu pada 6.594 SPBU di Indonesia. Selain itu, Pertamina juga menyiapkan dispenser mobil untuk memenuhi kebutuhan BBM di rest area yang belum dilengkapi SPBU.

Pertamina mencatat ada sekitar 42 titik rest area yang belum memiliki SPBU. Nantinya, 16 dari 42 titik itu dilayani dengan menggunakan dispenser mobil, sedangkan 26 titik sisanya akan menggunakan kios kemasan Pertamax.

Selain itu, Pertamina juga bakal menambah armada motor yang menjajakan bensin kemasan menjadi 200 unit dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 60 unit.

Gandhi mencatat, pengerahan motor kemasan ini menjadi strategi yang paling efektif dalam melayani pemudik di tengah kemacetan. “Soalnya, mobilitas motor ini lebih fleksibel untuk melalui jalan-jalan sempit,” ujarnya.

Di sisi lain, Pertamina pun memastikan ketahanan pasokan BBM akan berada pada posisi aman sampai dengan periode satgas Idulfitri selesai.

Gandhi menyebutkan, cadangan pasokan Premium memiliki ketahanan selama 27 hari, sedangkan Solar selama 24 hari. Lalu, produk Pertalite dan Pertamax Series memiliki daya tahan selama 25 hari, sedangkan Dexlite dan Pertadex memiliki cadangan selama 30 hari.

SOLAR

Sementara itu, konsumsi Solar pada Idulfitri 2018 diperkirakan menurun 12,91% menjadi 33.389 kiloliter. Penurunan itu lebih rendah dibandingkan dengan 2016 dan 2017 yang masing-masing mencatatkan 14,09% dan 15,57%.

Direktur Pemasaran Korporasi Pertamina Basuki Trikora Putra mengatakan, permintaan Solar secara umum menurun karena aktivitas truk juga dibatasi pada saat Idulfitri.

Namun menjelang H-6, biasanya ada kenaikan permintaan Solar karena menjelang penetapan pembatasan aktivitas truk tersebut. “Biasanya ketika batas akhir angkutan beroperasi itu, permintaan Solar bisa naik sebesar 35%,” ujarnya.

Gandhi mengklaim bahwa secara keseluruhan kebutuhan Solar sudah bisa dipenuhi oleh kilang perseroan seperti di Dumai, Pelaju, Balongan, Cilacap, Balikpapan, dan Papua.

Namun, kebutuhan Premium tidak bisa dipenuhi dari kilang domestik karena tingkat konsumsi yang tinggi, sehingga sebagian harus diimpor. “Selain Premium, kami juga akan melakukan impor untuk beberapa kebutuhan Avtur,” ujarnya. (Surya Rianto)

Sumber : Bisnis Indonesia

Editor: Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkini Lainnya