MUDIK LEBARAN 2018: Antisipasi Macet Panjang, Pertamina Siapkan BBM Kemasan

Oleh: Newswire 17 Mei 2018 | 14:46 WIB
MUDIK LEBARAN 2018: Antisipasi Macet Panjang, Pertamina Siapkan BBM Kemasan
Foto udara kemacetan menuju pintu keluar jalan tol Brebes Timur (Brexit) di Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/6/2017) dini hari./Antara-Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA-- Dalam mengantisipasi kemacetan untuk mensuplai BBM, Pertamina menyediakan motor dan BBM kemasan yang akan beroperasi apabila kondisi di lapangan menunjukkan kondisi emergency serta kejadian kemacetan panjang.

General Manager Pertamina MOR III, Erry Widiastono dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis (17/5/2018), mengatakan sebanyak 30 unit motor kemasan di 20 titik wilayah MOR III diantaranya 8 titik di jalur reguler dan 12 titik di jalur tol akan disiapkan Pertamina.

Pada masa mudik Lebaran nanti, Pertamina melalui Serambi Pertamax akan memberikan suguhan tempat yang nyaman untuk para pemudik beristirahat dengan berbagai fasilitasnya yang tersebar di 4 titik jalur utama dan jalur selatan mudik wilayah MOR III.

Erry pun menerangkan bahwa tidak hanya konsumsi BBM dan LPG yang meningkat di wilayah MOR III, selama masa mudik Lebaran nanti pilihan masyarakat menggunakan jalur alternatif udara pun akan tinggi. Diprediksi konsumsi avtur terjadi kenaikan tertinggi pada puncak mudik dan arus balik di H-6 dan H+6 lebaran tahun ini.

"Kami all out untuk memberikan segala informasi terkait kesediaan sarana dan fasilitas mudik tahun ini, kami pun ingin menginformasikan bahwa khusus pembelian bright gas, masyarakat pun dapat memesan melalui kontak Pertamina di 1 500 000," katanya.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga membuka posko nasional guna memastikan pasokan energi (BBM hingga listrik) selama bulan Ramadan dan Idulfitri 1439 H berjalan dengan baik.

Posko nasional ini mulai berlaku efektif pada H-15 sampai H+13 Lebaran, yaitu tanggal 31 Mei 2018 hingga 28 Juni 2018.

Posko nasional sektor ESDM nantinya akan bertugas memantau kondisi terkini terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM), gas (liquefied petroleum gas/LPG, jaringan gas, bahan bakar gas/BBG) hingga listrik. Di samping itu, posko nasional juga akan mengantisipasi kebencanaan geologi.

Seperti tahun sebelumnya, Badan Pengatur Hilir dan Minyak Gas Bumi (BPH Migas) ditunjuk sebagai koordinator dalam menjalankan tugas tersebut. BPH Migas akan melakukan pengumpulan serta inventarisasi data lapangan mengenai fasilitas penyediaan dan pendistribusian BBM, gas dan listrik milik Badan Usaha serta potensi daerah rawan bencana.

Secara konkret, BPH Migas menjamin penyediaan BBM dijamin aman melalui tambahan kios di beberapa jalur pemudik.

 

Editor: Linda Teti Silitonga

Berita Terkini Lainnya