RAMADAN 2018: MUI & KPI Pantau Ketat Konten Siaran Televisi

Oleh: Yusran Yunus 17 Mei 2018 | 07:42 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk menjamin konten-konten penyiaran selama Bulan Suci Ramadan sejalan dengan nilai-nilai Al-Akhlaq Al-Karimah sehingga tercipta situasi yang khusyuk, Majelis Ulama Indonesia bekerjasama Komisi Penyiaran Indonesia melakukan pemantauan terhadap stasiun televisi dan radio.

Dalam pemantauan ini, MUI melibatkan masyarakat dengan cara mengirim tanggapan atau komentar tentang konten siaran televisi melalui email aduan@mui.or.id dan mui.pusat51@gmail.com.

"Pemantauan akan dilakukan pada jam-jam prime time yakni sebelum dan seusah sahur serta sebelum dan sesudah berbuka puasa," demikian bunyi pernyataan pers Ketua umum MUI Ma'ruf Amin dan Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas, yang ditayangkan di laman mui.or.id.

Pernyataan tersebut dimuat dalam Tausiyah MUI Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadan 1439 H/2018 M.

MUI mengemukakan tim pemantau MUI akan merekam program TV apakah didalamannya ada pelanggaran atau tidak. MUI juga bekerjasama dengan KPI terkait dengan rekaman video yang akan menjadi landasan pemantauan.

MUI menilai KPI memiliki peralatan dan SDM yang jauh memadai untuk memantau konten siaran televisi.

"Hasil pemantauan di sepuluh hari pertama akan disampaikan MUI dengan menggelar jumpa pers. Sementara 20 hari selanjutnya akan disampaikan setelah Idulfitri".

MUI mengimbau agar media massa - TV, radio, media cetak - tidak menyiarkan tayangan atau siaran atau publikasi yang bersifat pornografi, pornoaksi, bermuatan ramalan, kekerasan baik fisik maupun psikis, lawakan berlebihan (konyol), cara berpakaian yang tidak sesuai dengan Al-Akhlaq Al-Karimah.

Editor: Linda Teti Silitonga

Berita Terkini Lainnya