IMPOR DAGING DARI BRASIL : Keputusan Tunggu Hasil Audit

Oleh: Sri Mas Sari 16 Mei 2018 | 02:00 WIB

JAKARTA – Kementerian Pertanian belum memberikan keputusan mengenai rencana impor daging sapi dari Brasil karena masih menunggu hasil audit dari tim ahli.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan waktu importasi daging sapi dari Brasil masih belum ditentukan sebab tim analisa risiko PKH belum menyelesaikan kajian auditnya.

Analisa ini penting karena Negeri Samba itu belum sepenuhnya bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK)

“Proses [importasi] tergantung areal wilayah risiko. Kalau Australia cepat karena sudah bebas PMK. [Proses importasi ini] lama, bisa tahunan lho. Sebab ini terkait penyakit, kalau di Indonesia ada PMK bagaimana?” katanya pada Selasa (15/5).

Ketut menuturkan tim analisa resiko PKH sudah melakukan kajian terhadap 10 rumah potong hewan yang menjadi calon penyalur daging ke Indonesia. Namun sampai saat ini hasil kajian itu masih dikerjakan.

Perihal perusahaan yang mendapatkan izin importasi, Ketut mengatakan hal tersebut berada di wilayah wewenang Kementerian BUMN. Namun, sepengetahuannya prosedur importasi daging sapi dari Brasil akan mirip seperti India karena menggunakan sistem penugasan.

“Kalau tidak salah Menteri BUMN yang akan menunjuk penugasan kepada BUMN. Tugas PKH hanya menentukan layak atau tidak, sudah sampai disitu. Kalau saya bilang layak, Mendag [Menteri Perdagangan] akan kirimi saya surat untuk penugasan BUMN yang melakukan importasi, [maupun] soal jumlah importasi mereka misalnya 1.000-2.000 ton,” katanya.

Ketut menegaskan bahwa dirinya tidak akan melakukan intervensi apapun kepada tim tersebut untuk mempercepat atau memperlambat penyelesaian kajian. Pasalnya, pemerintah sudah bisa memenuhi kebutuhan daging sapi selama Ramadhan dan Lebaran. “Intinya untuk puasa kita sudah surplus 7.000 ton.”

Selama ini, daging sapi untuk pemenuhan kebutuhan domestik banyak diimpor dari Australia. Tahun lalu, impor daging sapi dari Negeri Kangguru itu mencapai 49.000 ton. Di sisi lain, izin impor yang dikeluarkan untuk daging sapi tahun ini mencapai 36.000 ton dan 22.000 ton dari jumlah itu untuk menutup kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran. (Pandu Gumilar)

Editor: Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkini Lainnya