Kementan: Belum Ada Kepastian Soal Impor Daging dari Brasil

Oleh: Pandu Gumilar 15 Mei 2018 | 16:23 WIB
Kementan: Belum Ada Kepastian Soal Impor Daging dari Brasil
Ilustrasi/Bisnis Deliana Pradhita Sari

Bisnis.com, JAKARTA – Importasi daging sapi dari Brasil masih dalam fase abu-abu alias belum ada kejelasan selama belum ada hasil audit yang diterbitkan oleh tim ahli yang dikirimkan ke negeri samba tersebut.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan importasi daging sapi dari Brasil masih belum tentu kapan waktunya sebab tim analisa resiko PKH belum menyelesaikan kajian auditnya.

Menurutnya, selama kajian tersebut belum selesai importasi daging sapi dari Brasil urung dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Proses [importasi] tergantung areal wilayah resiko. Kalau Australia cepat karena sudah bebas PMK. [Proses importasi ini] lama, bisa tahunan lho. Sebab ini terkait penyakit, kalau di Indonesia ada PMK bagaimana?” katanya pada Selasa (15/5).

Lamanya proses importasi daging sapi dari Brasil disebabkan oleh pemerintah mengedepankan konsep kehati-hatian supaya penyakit PMK tidak menyebar di dalam negeri.

Ketut menuturkan tim analisa resiko PKH sudah melakukan kajian terhadap 10 rumah potong hewan yang menjadi calon penyalur daging ke Indonesia. Namun sampai saat ini tim tersebut masih mengkaji kelayakan rumah potong hewan tersebut.

Perihal perusahaan yang mendapatkan ijin importasi daging sapi Brasil, Ketut mengatakan hal tersebut berada di wilayah wewenang Kementerian BUMN. Namun, sepengetahuannya prosedur importasi daging sapi dari Brasil akan mirip seperti India karena menggunakan sistem penugasan.

“Gini, untuk [importasi daging sapi] Brazil sama dengan india yaitu lewat penugasan. Kalau tidak salah Menteri BUMN yang akan menunjuk penugasan kepada BUMN. Tugas PKH hanya menentukan layak atau tidak, sudah sampai disitu. Kalau saya bilang layak, Mendag akan kirimi saya surat untuk penugasan BUMN yang melakukan importasi. Soal jumlah importasi mereka misalnya 1.000-2.000 ton,” katanya.

Ketut menegaskan bahwa dirinya tidak akan melakukan intervensi apapun kepada tim tersebut untuk mempercepat atau memperlambat penyelesaian kajian. Sebab pemerintah sudah bisa memenuhi kebutuhan daging sapi selama Ramadhan dan Lebaran. “Intinya untuk puasa kita sudah surplus 7.000 ton,” pungkasnya.

Editor: Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkini Lainnya