Abdurrahman Saleh Malang Didesak jadi Bandara Internasional

Oleh: Choirul Anam 14 Mei 2018 | 13:11 WIB
Ilustrasi/JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, MALANG—Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mendesak Kementerian Perhubungan RI untuk meningkatkan status Bandara Abdurahman Saleh Malang dan Bandara Banyuwangi menjadi bandara internasional.

Menurut dia, perjalanan Surabaya-Malang yang kini bisa lebih dari tiga jam menjadi kurang produktif untuk perspektif pengembangan wisata dan menggaet strategi pasar tourisme.

“Oleh karenanya saya sudah mengusulkan ke Presiden, dan sudah dapat lampu hijau, pun juga ke KSAU juga OK, termasuk kajian dari dirjen perhubungan udara Kemenhub juga positif karena runway Bandara Abdurahman Saleh sudah lebih 2.500 meter dan sudah memiliki sistem untuk pengendalian penerbangan malam hari. Tinggal (ditangan) Menteri Perhubungan (untuk menyetujui), "ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (14/5/2018).

Pernyataan itu disampaikan saat membuka acara "Collaborative Destination Development" yang digelar PT. Angkasa Pura di hall hotel JW. Mariot Surabaya (14/5/20 18).

Gubernur menegaskan, tidak bisa untuk menggaet target kunjungan 1 juta wisata luar negeri di Jatim pada tahun 2025 hanya ditumpukan pada bandara Juanda.

Angkasa Pura sebagai bagian dari kementerian perhubungan saya minta juga ikut mendorong kemajuan, peningkatan peran dan status bandara daerah, tidak perlu menunggu 2025.

Jika Kemenhub menyetujui peningkatan status Bandara Malang, maka target kunjungan wisata ke Jawa Timur akan melonjak drastis.

Pjs. Wali Kota Malang Wahid Wahyudi menegaskan jika melihat data kunjungan wisatawan ke Kota Malang yang terus naik dari tahun ke tahun, maka peningkatan sektor wisata bagi pilar perekonomian segera terealisasi.

Pada 2016 kunjungan wisatawan ke Kota Malang sebanyak 3.996.609 wisatawan, dengan rincian 3.987.074 wisatawan nusantara dan 9.535 wisatawan mancanegara.

Namun pada 2017 naik menjadi 4.914.910 wisatawan, meliputi 4.902.946 wisatawan nusantara dan 11.934 wisatawan mancanegara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Wahyuni, menambahkan pada tahun ini target kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 4,2 juta wisatawan dan untuk wisatawan mancanegara sebanyak 15.000 wisatawan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengimbau dan mengajak masyarakat Jawa Timur untuk tidak takut dan gentar terhadap aksi aksi teror yang melanda.

"Kita sangat prihatin, berduka dan juga marah atas aksi yang terjadi. Apalagi dalam aksi itu juga mengajak anak anak, sungguh peristiwa yang sangat sadis. Tapi kita tidak boleh gentar, kita tidak boleh takut karena itu yang diharapkan dari aksi aksi itu,” ucapnya.

Menurut dia, ekonomi sangat ditentukan oleh persepsi dan belum tentu fakta. Aksi ini juga mengarah ke sana, agar muncul persepsi ketidakamanan, ketidaknyamanan sehingga menimbulkan (panik) ekonomi yang tidak baik.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT. Angkasa Pura, Devi Suraji, menambahkan, gairah wisata yang juga penopang pertumbuhan ekonomi, tidak hanya ditopang oleh kemampuan daerah dalam mengembangkan atraksi, aksesibilitas dan amenitas (sarana penunjang wisata), tapi juga perlu ditopang faktor security dan safety.

"Oleh karenanya saya sepakat dengan Pak Gubernur, Jawa Timur saya percaya secara sistemik mampu membangun itu. Yang dihadapi sekarang (teror) adalah adanya upaya untuk membangun persepsi negatif, karena kita semua harus bersepakat untuk menyatakan "tidak takut", "imbuh Devi.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer