Penyerapan APBD Kota Malang Mencapai 16,41%

Oleh: Choirul Anam 13 Mei 2018 | 06:00 WIB
Penyerapan APBD Kota Malang Mencapai 16,41%
Ilustrasi pelayanan publik.

Bisnis.com, MALANG—Penyerapan APBD Kota Malang sampai dengan kuartal I/2018 mencapai 16,41% dan sampai dengan akhir semester I/2018 diharapkan mampu menembus 50% dari target belanja Rp2,061 triliun.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Malang Sapto Prapto Santoso mengatakan untuk mengejar target penyerapan anggaran sebesar itu maka piahknya akan terus memonitor laporan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pelaksanaan program dan kegiatannya.

“Dari laporan itu akan dievaluasi dan diberikan arahan-arahan oleh Pak Wali (Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi) untuk percepatan penyerapannya,” katanya di Malang, Sabtu (12/5/2018).

Penyerapan anggaran tepat waktu, kata dia, penting agar belanja pembangunan Pemkot Malang dapat menstimulasi perkembangan ekonomi daerah.

Dengan terserapnya APBD dalam jumlah yang signifikan, maka diharapkan dapat memacu pergerakan ekonomi daerah. Ada dampak efek pengganda pada sektor riil.

Dalam kesempatan lain, Pjs Wali Kota Malang Wahyudi mengatakan kinerja Pemkot Malang sampai kuartal I/2018 menunjukkan sisi positif, yakni realisasi penerimaan sebesar 28,5% dari target Rp1,9 triliun.

Sedangkan sisi belanja sudah terserap 16,4% dari target APBD Kota Malang sebesar Rp2,061 triliun.

Penyerapan anggaran sebesar itu, kata dia, masih normal karena banyak pekerjaan yang saat ini sedang dalam proses lelang seperti proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Malang.

Karena itulah, pada akhir semester I/2018 diharapkan angka penyerapannya lebih besar dengan telah dimulainya pekerjaan proyek di OPD-OPD, terutama di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Atas pencapaian itu, BPKAD memperoleh penghargaan Adinata Mandrakanta atau paling unggul dalam kemajuan bertahap dengan meraih 41,63 disusul Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan dengan 39,95 poin yang diukur kinerjanya sampai triwulan I/2018.

Menurut Wahid, realisasi itu menunjukkan bahwa ada dinamika di pemerintahan. Roda pemerintahan berjalan relatif baik.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer