Ponpes Jadi Sarana Pengembangan Industri

Oleh: Nindya Aldila 12 Mei 2018 | 20:30 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan, Rabu (17/1/2018)./Bisnis.com-Irene Agustine

Bisnis.com, JAKARTA -- Pondok pesantren memiliki potensi dalam mendukung implementasi revolusi industri keempat di Indonesia. Hal ini berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, di mana salah satu langkah prioritas nasional yang perlu dijalankan adalah memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan oloeh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Dia mengatakan selama ini ponpes turut berperan mendorong pertumbuhan ekonomi, mengingat sudah banyak yang mendirikan koperasi, mengembangkan berbagai unit usaha baik skala kecil maupun menengah, bahkan ada yang memiliki inkubator bisnis.

Menurut Menperin, pihaknya tengah gencar melaksanakan kegiatan penumbuhan wirausaha industri baru dan pengembangan unit industri di lingkungan pesantren, yang dinamakan program Santripreneur.

“Hampir 70%, pelaku usaha Indonesia berada di sektor UMKM. Ini merupakan modal yang cukup kuat dalam menghadapi revolusi industri 4.0,” kata Airlangga, seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (12/5).

Airlangga menambahkan, ponpes berpotensi besar menciptakan wirausaha baru dan menumbuhkan sektor industri kecil dan menengah (IKM).

Dirjen IKM Gati Wibawanigsih mengatakan, pihaknya menargetkan 18 ponpes yang akan menjadi percontohan dalam pelaksanaan program Santripreneur pada tahun 2018. Ponpes tersebut meliputi delapan di wilayah Jawa Barat, lima di Jawa Tengah, dan lima di Jawa Timur.

“Dalam implementasi Santripreneur ini, kami memiliki dua model penumbuhan wirausaha industri baru dan pengembangan unit industri di ponpes, yaitu Santri Berindustri dan Santri Berkreasi,” jelasnya.

Santri Berindustri merupakan upaya pengembangan unit industri yang telah dimiliki oleh ponpes maupun penumbuhan unit industri baru yang potensial. Langkah ini diharapkan mendorong unit industri tersebut menjadi tempat magang para sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

Sedangkan, model Santri Berkreasi merupakan program kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan potensi kreatif para santri maupun alumni yang terpilih dari beberapa ponpes untuk menjadi seorang profesional di bidang seni visual, animasi dan multimedia sesuai standar industri saat ini.

Kepada Ponpes Bayt Al-Hikmah di Pasuruan, Kemenperin memberikan sejumlah bantuan untuk pembangunan fasilitas dan mendorong tumbuhnya wirausaha, antara lain dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) berupa keramik yang dibutuhkan senilai Rp550 juta.

Kemudian, Ditjen Industri Logam Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) menyumbangkan sebanyak 50 buah laptop senilai Rp300 juta, atap baja ringan senilai Rp250 juta, pelatihan perbengkelan purna jual serta 1 unit Sepeda Motor dari Astra Honda Motor dan 2 unit sepeda motor PT Triangle motorindo senilai Rp1,2 miliar.

Ditjen IKM memberikan satu set alat pengolahan roti beserta program bimbingan teknis senilai Rp400 juta. Total bantuan yang diberikan Kemenperin diperkirakan mencapai Rp2,7 miliar.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya